PRASANGKA KONFLIK & KECEMBURUAN SOSIAL ANTARA PEKERJA CHINA DAN MASYARAKAT LOKAL DI PT. VIRTUE DRAGON NIKEL INDUSTRI SULAWESI TENGGARA

Aldilal Aldilal

Sari


Kedatangan tenaga kerja China di Sulawesi Tenggara telah menjadi problematika dikalangan masyarakat lokal yang selalu menjadi konflik antara pekerja China dan masyarakat lokal dimana mereka berinteraksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penyebab prasangka konflik dan kecemburuan sosial antara tenaga kerja China dan masyarakat lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, sampel penelitian di ambil dengan metode purposive samplingdan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan penyebab prasangka konflik antara tenaga kerja China dan masyarakat lokal di Sulawesi Tenggara adalah adanya stereotypebudaya negatif dan adanya ketidakberimbangan gaji karyawan antara pekerja China dan tenaga kerja lokal, juga dominan pekerja China yang menempati jabatan di perusahaan pertambangan telah memicu kecemburuan sosial dikalangan masyarakat lokal.

Kata Kunci


Komunikasi antarbudaya, Konflik, Stereotype, Tenaga kerja asing

Teks Lengkap:

XML PDF

Referensi


Alo liliweri. (2001). Gatra-gatra Komunikasi Antar Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Cangara, H. (2002). Pengantar Ilmu Komunikasi (Cetakan Keempat). In Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Chaplin, J. P. (2004). Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Galtung, J. (1969). Violence, peace, and peace research. Journal of Peace Research. https://doi.org/10.1177/002234336900600301

Galtung, J. (1990). Cultural Violence. Journal of Peace Research. https://doi.org/10.1177/0022343390027003005

Kriyantono, R. (2006). Teknik Praktis Riset komunikasi - Rachmat Kriyantono, S.Sos., M.Si - Google Books.

Lippmann, W. (2017). Public opinion. In Public Opinion. https://doi.org/10.4324/9781315127736

Littlejohn, S. W., & Foss, K. A. (2009). Encyclopaedia of Theory. In Encyclopedia of Communication Theory. https://doi.org/10.1007/s13398-014-0173-7.2

M.A, M. (2009). Teori Komunikasi Organisasi. Bandung: Ghalia Indonesia.

Miles, M. B., & Huberman, ;A Michael. (1992). An Expanded Sourcebook Qualitative Data Analysis. Archives of Gynecology and Obstetrics. https://doi.org/10.1007/BF02759913

Mulyana, D., & Rakhmat, J. (2010). Komunikasi antarbudaya. In Penantar Komunikasi antarbudaya.

Putra, P. A. (2009). Meretas Perdamaian Dalam Konflik Pilkada Langsung. Yogyakarta: Gava Media.

Soerjono Soekanto. (2006). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grapindo Persada.

Sugiyono. (2011). Variabel Bebas. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D.

Susan, N. (2009). Pengantar Sosiologi Konflik (Edisi revi). Jakarta: Prenadamedia group.

William B. Gudykunst, Young Yun Kim (eds.): Methods for Intercultural Communication Research, International and Intercultural Communica tion Annual, Vol. 7. (1985). Organization Studies. https://doi.org/10.1177/017084068500600319




DOI: https://doi.org/10.31294/kom.v7i2.9025

DOI (XML): https://doi.org/10.31294/kom.v7i2.9025.g4391

ISSN: 2549-3299

 dipublikasikan oleh LPPM Universitas Bina Sarana Informatika Jakarta

Jl. Kramat Raya No.98, Kwitang, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10450
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License