Pendugaan Hazard Rate Kematian Di Provinsi Dki Jakarta Dengan Metode Single Decrement Pendekatan Likelihood

Khoirun Nisa - STMIK Nusa Mandiri Jakarta

Abstract


Abstract - Mortality or death is a permanent loss of all signs of life that can occur at any time after the birth of a living (World Health Organization). Death has a considerable impact especially on the families left behind. The economic aspect is one of the aspects affected by death. A family left by the head of his or her family is at risk of economic adversity and affects other harmful things.

Hazard rate has an important role in the theory of likelihood the process of death. If the hazard rate is known, the density distribution for the realization of the death data in (0, T] can be known.This method discusses the method of estimating the hazard rate of death using a single decrement method, adapted from the method of estimation in actuarial studies commonly used in the making of mortality charts.The results of studies that have been conducted by Sunusi (2010) show that the estimation through single decrement hazard rate method is more informative than hazard rate likelihood point process.

Keyword: Mortality, hazard rate, single decrement

 

Abstrak - Kematian atau kematian adalah kerugian permanen dari semua tanda kehidupan yang dapat terjadi sewaktu-waktu setelah lahirnya keluarga (Organisasi Kesehatan Dunia). Kematian memiliki dampak yang cukup besar terutama pada keluarga yang tertinggal. Aspek ekonomi merupakan salah satu aspek yang terkena dampak kematian. Keluarga yang ditinggalkan oleh kepala keluarganya berisiko mengalami kesulitan ekonomi dan mempengaruhi hal-hal berbahaya lainnya.

Tingkat bahaya memiliki peran penting dalam teori kemungkinan proses kematian. Jika tingkat bahaya diketahui, distribusi kepadatan untuk realisasi data kematian di (0, T) dapat diketahui. Metode ini membahas metode estimasi tingkat bahaya kematian dengan menggunakan metode pengurangan tunggal, yang disesuaikan dengan metode estimasi dalam studi aktuaria yang umum digunakan dalam pembuatan grafik kematian. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Sunusi (2010) menunjukkan bahwa estimasi melalui metode tingkat bahaya penurunan tunggal lebih informatif daripada proses titik loncatan tingkat bahaya.

Kata kunci: Kematian, tingkat bahaya, penurunan tunggal


Full Text:

PDF

References


Bowers, N.L, Gerber, H.U, Hickman, J.C, Jones, D.A, and Nesbitt, C.J. 1986. Actuarial Mathematics : The Society of Actuaries.

Collett, D. 2003. Modelling Survival Data in Medical Research. London : Chapman & Hall/CRC.

Kleinbaum, D. 2005. Survival Analysis, a self-learning text. USA:Springer Science + Business Media, Inc.

Le, C.T. 1997. Applied Survival Analysis. New York : John Wiley & Sons, Inc.

N. Sunusi. 2010. Pengembangan Estimasi Hazard Rate Proses Titik Temporal dan Aplikasinya pada Prakiraan Kemunculan Gempa [Disertasi]. Bandung: Institut Teknologi Bandung.

N. Sunusi, Kresna A.J, Islamiyati A, and Raupong. 2013. Hazard Rate Estimation of Temporal Point Process, Case Study : Earthquake Hazard Rate in Nusatenggara Region, 1059-1062

Ogata, Y. 1999. Seismicity Analysis Through Point Process Modelling: A Review, Pure and Applied Geophysics. 155, 471-507




DOI: https://doi.org/10.31294/ijse.v3i2.2817



 


Dipublikasikan oleh LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Jl. Kramat Raya No.98, Kwitang, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10450


This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License