Bias Gender Dalam Perbandingan Hasil Terjemahan Buku Cerita Anak Dongeng Bawang Merah Dan Bawang Putih Melalui Penerjemah Dan Google Translate

Dwi Windah Wulansari

Sari


Abstrak  - Penelitian ini bertujuan untuk mencari bias gender yang terdapat pada hasil terjemahan buku cerita anak di bandingankan dengan hasil terjemahan google translate. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah dongeng Bawang Merah dan Bawang Putih yang diterjemahkan dan diceritakan kembali oleh Gibran Maulana dan diterjemahkan melalui aplikasi Google Translate Hasil penerjemahan antara Google Translate dan penerjemah hampir sama yaitu mengenai nama tokoh, nama ganti orang dan nama ganti kepemilikan. Pada aplikasi Google Translate dapat melakukan kesalahan karena konteks, budaya, nama orang, dan kata ganti orang tidak dapat terbaca dalam aplikasi tersebut. sedangakan hasil terjemahan dari penerjemah mengalami human error. Penerjemah dalam buku cerita anak masih belum bisa lepas dari pengaruh ideologi patriarki yang dapat ditujukkan dalam peran gender tradisional yang digambarkan yang membuat peran laki-laki lebih unggul daripada perempuan.

 

Kata Kunci: bias gender, cerita dongeng, google translate

 

Abstract - This study aims to look for gender biases found in the results of the translation of children's storybooks in light with the results of the google translate translation. In this study using a qualitative descriptive method. The data source in this study is the fairy tale of Bawang Merah and Bawang Putih which were translated and retold by Gibran Maulana and translated through the Google Translate application. The results of the translation between Google Translate and the translator are almost the same, namely regarding the names of characters, people's names and ownership names. The Google Translate application can make mistakes because the context, culture, people's names, and pronouns cannot be read in the application. while the translation results from translators experienced human error. Translators in children's story books still cannot be separated from the influence of patriarchal ideology which can be shown in traditional gender roles which are described which make the role of men superior to women.

 

Keyoword : gender bias, fairy tales, google translate


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


REFERENSI

Catford. (1978). A Linguistics Theory of Translation. London: Oxford University Press.

Cherland, Teya. (2006) “Female Representation in Children’s Literature.” Ecclectica 10 No.2: 23-38.

Crisp, Thomas, dan Brittany Hiller. (2011) “Is This a Boy or a Girl?: Rethinking SexRole Representation in Caldecott Medal-Winning Picturebooks, 1938-2011.” Children’s Literature in Education 42, No.2: 196-212.

Flood, Allison. (2011). “Study Finds Huge Gender Imbalance in Children’s Literature.” The Guardian, 6 Mei. http://www.guardian.co.uk/books/2011/may/06/ gender-imbalance-children-s-literature.

Koslowsky, Julie. (2011). Feminist Children’s Literature: A Work of Translation. Chicago: De Paul University.

McCabe, Janice, Emily Fairchild, Liz Grauerholz, Bernice A. Pescosolido, dan Daniel Tope. (2011). “Gender in Twentieth-century Children’s Books Patterns of Disparity in Titles and Central Characters.” Gender & Society 25 No.2: 197-226.

Gooden, AM, dan MA Gooden. (2001). “Gender Representation in Notable Children’s Picture Books: 1995-1999.” Sex Roles: A Journal of Research 45 No.1: 89-105.

Groves, M, Mundt, K. (2015). “Friend or Foe? Google Translate in Language for Academic Purpose”. English for Specific Purposes 37: 112-121.

Newmark. (1998). A Textbook of Translation. Hertfordshire: Prentice Hall International.

Nida, E. A. (1969). The Theory and Practice of Translation. Leiden: Brill.

Nuraeni, Ardianna, DKK. (2019). “Translating Children’s Illustrated Story Books: Challenges in Translating Linguistic and Cultural Aspects by Students of English Diploma 3 Program UNS at Ganesa Library”. PRASASTI Vol. 338: 398-407.

Ratna, Nyoman Kutha. (2008). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Setiawan, Yulianto Budi, Fajriannoor Fanani, dan Edy Nurwahyu Julianto. (2013). Bias Gender dalam Cerita Rakyat: Analisis Naratif pada Folklore Eropa, Cinderella, dengan Cerita Rakyat Indonesia, Bawang Merah Bawang Putih. The Messenger V, no. 2: 1–13.

Singh, Manjari. “Gender Issues in Children’s Literature.” ERIC Digest. http:// www.ericdigests.org/1999-3/gender.htm, Diakses 15 Desember 2019, 22.00 WIB.

Soelistyarini, Titien Diah. (2014). “Representasi Peran Jender dalam Cerita-Cerita Karya Penulis Anak Indonesia Seri Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK)”. Mozaik 14 No.1: 101-118.

Suprapto, D. (2014). “Perbandingan Hasil Penerjemahan Buku Cerita Anak-Anak Dongeng Danau Toba Dari Bahasa Indonesia Ke Bahasa Inggris Melalui Penerjemah Dan Mesin Penerjemah”. HUMANIORA5, No.2 : 1075-1081.

Taxel, Joel. (1995). “Cultural Politics and Writing for Young People.” Dalam Battling Dragons: Issues and Controversy in Children’s Literature, disunting oleh Susan Lehr. Portsmouth, NH: Heinemann.

Zaman, Muchamad Nuruz. (2019). “Id<>En Translator Vs Googleterjemahan:Bias Gender Dalam Alat Bantu Elektronik Penerjemahan Dalam Jaringan”. RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya 12, No. 1: 36–43.




DOI: https://doi.org/10.31294/w.v12i2.8516

 dipublikasikan oleh LPPM Universitas Bina Sarana Informatika Jakarta

Jl. Kramat Raya No.98, Kwitang, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10450
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License