Struktur Alur Dalam Novel Tapak Jejak Karya Fiersa Bersari

Silvia Auliya, Rian Damariswara

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menemukan struktur alur dalam novel Tapak Jejak karya Fiersa Bersari. Teori yang digunakan penelitian ini berkaitan dengan novel dan struktur alur. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan penelitian ini menggunakan bentuk pendekatan struktural. Data dalam hal ini berupa kutipan yang menggambarkan tentang struktur alur meliputi  pengenalan situasi cerita (exposition), pengungkapan peritiswa (complitation), adanya konflik (ricing action), puncak konflik (turning point), dan penyelesaian (ending) yang terdapat pada novel. Berdasarkan analisis terhadap struktur alur dalam novel Tapak  Jejak karya Fiersa Bersari dapat disimpulkan antara lain. Pertama Pembukaan cerita diawali dengan sampainya tokoh utama Bung dan Swarandee memulai perjalanan di Ternate. Kedua tokoh Bung mengalami kebingungan untuk melangkah dan melanjutkan perjalanan mengelilingi Indonesia bagian timur. Ketiga diawali dengan tokoh Aku yang berhasil menyelesaikan misinya untuk menjejakkan kakinya di Manowari, tetapi tokoh Aku memiliki tekat untuk bisa samapai ke ujung timur Indonesia. Ketiga pada puncak ini menentukan perubahan nasib tokoh, ia dapat menyelesaikan masalahnya atau gagal. Selain itu, tokoh Bung telah kehilangan motivasi dalam mengelilingi Indonesia. Ia juga rindu akan rumah dan keluarga. Keempat Bung mengingat alasan untuk melakukan perlajanannya menyelusuri Indonesia bagian Timur dan memutuskan agar kembali pulang ke rumah halaman dan berkumpul bersama keluarganya.

References


Abdul Rozak Zaidan, d. (2001). Pedoman Penyuluhan Apresiasi Sastra. Jakarta: Pusat Bahasa.

Bersari, F. (2019). Tapak Jejak. Jakarta Selatan: Mediakita.

Ismiati, N. (2013). Kajian Unsur Intrinsik Novel Samudra Pasai Karya Putra Gara. Master Bahasa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, (2): 69-83. Banda Aceh.

Jauhari, H. (2010). Panduan Penulisan Skripsi Teori dan Aplikasi. Bandung: CV. Pustaka Setia.

Kosasih. (2011). Ketatabahasaan dan Kesusastraan. Jakarta: Yrama Widya.

Moleong, L. J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nurgiantoro, B. (2010). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada Universiti Press.

Rafiek. (2012). Pengkaji Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.

Staton. (2007). Teori Fiksi (Terjemahan Sugihastuti dan Rossi Abi Al Irsyad). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Wiyatmi. (2006). Pengantar Kajian Sastra. Yogyakarta: Pustaka.

Yahya, M. I. (2013). Simbolisme Religius dalam Novel Kubah Karya Ahmad Tohari. Ceudal: Jurnal Ilmiah Kesusastraan, (3): 1-15, Banda Aceh.




DOI: https://doi.org/10.31294/wanastra.v14i1.10913

Copyright (c) 2022 Wanastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Index by:

  
  
   
 

Published by Department of Research and Public Service (LPPM) Universitas Bina Sarana Informatika with supported Relawan Jurnal Indonesia

Kramat Raya Street No.98, Kwitang, Kec. Senen, Central Jakarta, DKI Jakarta 10450
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License