SISTEM INFORMASI MONITORING PEMBAYARAN PAJAK (SIMPEJAK) PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA SUKABUMI

Fidella Risyanli, Denny Pribadi, Saeful Bahri

Abstract


Sebagai instansi pemerintah yang bertugas melaksanakan penyuluhan, pelayanan, dan pengawasan Wajib Pajak, salah satu fungsi Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) adalah pengumpulan, pencarian dan pengolahan data, pengamatan potensi perpajakan, penyajian informasi perpajakan, serta pendataan objek dan subjek. Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi tersebut, perlu adanya perbaikan sistem dalam hal rekapitulasi data Wajib Pajak Tidak Lapor Tidak Bayar (WP TLTB). Pengawas atau Account Representative (AR) harus mengakses terlebih dahulu website terpadu pajak dan mencari data wajib pajak satu-persatu pada saat pemberian himbauan kepada WP TLTB. Penelitian ini menggunakan metode Software Development Life Cycle (SDLC) model Prototype untuk mempersingkat waktu pengembangan sistem informasi. Dengan adanya sistem informasi ini AR tidak perlu susah payah untuk merekap satu-persatu data wajib pajak yang akan diberi himbauan atau di-visit. Form WP TLTB, data WP, data AR, dan data penerimaan pembayaran dapat dilihat secara efektif dan efisien di web SIMPEJAK, sistem informasi ini juga dirancang untuk melakukan rekapitulasi secara otomatis data WP TLTB (Wajib Pajak Tidak Lapor Tidak Bayar) sekaligus dapat mencetak surat himbauan secara otomatis.
Kata Kunci: Pajak, Wajib Pajak, Sistem Informasi
Abstract As a government agency tasked with carrying out counseling, services, and supervision of taxpayers, one of the functions of the Primary Tax Service Office (KPP) is collecting, searching and processing data, observing potential taxation, presenting tax information, and collecting data on objects and subjects. In carrying out these tasks and functions, it is necessary to improve the system in terms of recapitulation of taxpayer data not report non-payment (WP TLTB). The Account Representative (AR) must first access the integrated tax website and search for taxpayer data one by one at the time of giving an appeal to the WP TLTB. This study uses the Software Development Life Cycle (SDLC) method of the Prototype model to shorten the time to develop information systems. With the existence of this information system AR does not need to struggle to recapitulate the taxpayer data one by one which will be given an appeal or visit. The WP TLTB form, WP data, AR data, and payment receipt data can be seen effectively and efficiently on the SIMPEJAK website, this information system is also designed to automatically recapitulate WP TLTB data (Taxpayers Not Reporting Not Pay) as well as printing an appeal letter automatically. Keywords: Taxes, Taxpayers, Information Systems

References


Dhimas. (2019). Harus Bayar Pajak, Apa Pentingnya?. Diambil dari https://www.domainesia.com/berita/harus-bayar-pajak/

Jogiyanto. (2014). Analisa dan Desain. Yogyakarta: ANDIOFFSET.

Muhamad Muslihudin, O. (2016). Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Menggunakan Model Terstruktur dan UML. (A. Pramesta, Ed.) (Vol. 118). Yogyakarta: ANDIOFFSET.

Mulyani, S. (2017). Metode Analisis dan Perancangan Sistem (2 ed.). Bandung: ABDI SISTEMATIKA. Diambil dari https://bit.ly/2E3COsD

Priyadi, Y. (2014). Kolaborasi SQL & ERD dalam implementasi Database. (Maya, Ed.). ANDIOFFSET.

Sugiharti, M. A., Suhadak, & Dewantara, R. Y. (2015). Analisis Efektivitas dan Kelayakan Sistem Pelaporan Pajak Menggunakan E-Filing Terhadap Kepuasana Wajib Pajak (Studi Pada KPP Pratama Malang Utara Periode 2015). Jurnal Perpajakan (JEJAK), 6(2), 1–10.




DOI: https://doi.org/10.31294/swabumi.v7i1.5808

INDEXING

 

 

 

    P-ISSN : 2355-990X                       E-ISSN: 2549-5178

                     

 

Dipublikasikan oleh LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Jl. Kramat Raya No.98, Kwitang, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10450
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License