JEJARING KOMUNIKASI DALAM PENYEBARAN INFORMASI OBAT HERBAL DI KALANGAN PENGGUNA

Lukiati Komala, Hanny Hafiar, Priyo Subekti

Sari


ABSTRAK

Sementara ini banyak orang beranggapan bahwa penggunaan tanaman obat atau obat tradisional relatif lebih aman dibandingkan obat sintesis. Walaupun demikian bukan berarti tanaman obat atau obat tardisional tidak memiliki efek samping yang merugikan, bila penggunaannya kurang tepat. Agar penggunaannya optimal, perlu diketahui informasi yang memadai tentang kelebihan dan kelemahan serta kemungkinan penyalahgunaan obat tradisional dan tanaman obat. Dengan informasi yang cukup diharapkan masyarakat lebih cermat untuk memilih dan menggunakan suatu produk obat tradisional atau tumbuhan obat dalam upaya kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana jejaring komunikasi dalam penyebaran informasi mengenai obat herbal pada masyarakat pengguna obat obatan herbal. Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan data kualitatif yang dikumpulkan melalui penyebaran angket terbuka, observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini antara lain: penyebaran informasi obat obatan herbal dalam jejaring komunikasi dalam komunitas pengguna obat obatan herbal, meliputi sumber yaitu keluarga, saudara, kerabat yang dikenal, teman, dan penjual jamu. Adapun pihak komunikasnnya meliputi: keluarga, saudara, teman, tetangga dan pembeli. Sedangkan usulan yang dapat disarankan adalah pemerintah sebagai pihak pengatur regulasi dan pelaksana kebijakan sebaiknya menambah media-media komuniasi guna penyebaran informasi yang tepat mengenai jamu, melalui pembuatan media-media yang disesuaikan dengan keterjangkauan masyarakat yang mengkonsumsi jamu di Indonesia, agar masyarakat dengan mudah dapat memperoleh pencerahan informasi, sehingga pemanfaatan jamu yang bersifat “katanya” dapat secara bertahap dikurangi untuk menghindari kesalahan informasi. Kata kunci: jejaring, komunikasi, obat herbal, tanaman obat.

ABSTARCT

Many people believe that herbal medicines or traditional medicines are relatively safer than synthetic medicine. But then, if it is not consumed properly, it is not safe to say that herbal or traditional medicines have no harmful side effects. To make sure an optimal consumption, adequate information on the benefit and disadvantage of herbal or traditional medicine is required to prevent the misuse of it. With adequate information, it is hoped that people would be more mindful in consuming the traditional or herbal medicine. The purpose of this research is to understand herbal medicine consumer communication network in information dissemination. Method of research applied is descriptive with qualitative data through open survey questionnaire, observation, and interviews. The findings of this research shows that information dissemination of herbal medicines sources includes: family, relatives, friends, and “jamu” sellers. While the communicator includes: family, relatives, friends, neighbours, and buyer. The suggestion coming from this research are: government as a regulatory and policymaking institution should increase the number of communication media for information dissemination on “jamu”. The communication media should be able to reach consumer of “jamu”, so that the public would receive information easily on the consumption, which gradually will reduce the misuse of “jamu” for the consumer. Keywords: network, communication, herbal medicine, medicinal plant


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Agus Mulyanto. 2009. Sistem Informasi Konsep dan Aplikasi. Pustaka

Pelajar. Yogyakarta

Dewoto, H.R. (2007). Farmakologi dan Terapi. Editor: Sulistina

Ganiswarma. Jakarta: Penerbit FKUI. Hal. 221.

Donsbach, Wolfgang. (2015). The concise Ensyclopedia of

Communication. West Sussex: Wiley Blackwell

Estabrook, Leigh. (1977). Libraries in Post Industrial Society. Phoenix

(USA): Oryx Press

Gunawan, Didik. (1999). Ramuan Tradisional Untuk Keharmonisan

Suami Istri. Niaga Swadaya Handayani, Lestari. (2003). Sehat

dengan Ramuan Tradisional. Agromedia Pustaka http://jamuindonesia.com Krech, D., R.S, Crutchfield and E.L.

Ballachey (1962) Individual In Society : A. Textbook Of Social

Psychology. New York : Mc Graw –Hill Kreps, Gary L. Barbara C Thornton.

(1984) Health Communication: theory and Practice. New York:

Longman

Liliweri, Alo. (2007). Dasar-Dasar Komunikasi Kesehatan.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Pringgoutomo S. 2007 Riwayat perkembangan pengobatan

dengan tanaman obatdi dunia timur dan barat. Buku ajar

Kursus Herbal Dasar untuk Dokter.Jakarta (ID): Balai

Penerbit FKUI.

Romney, Marshall B. dan Paul John Steinbart, 2004, Sitem Informasi

Akuntansi, Buku Dua, Edisi ke-9, Jakarta : Salemba Empat.

Sari, L. O. R. K. 2006. Pemanfaatan Obat Tradisional Dengan

Pertimbangan Manfaat dan Keamanannya. Universitas

Jember. Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol. 3 (1): 01-07.

Sukandar, E. Y., 2006. Tren dan Paradigma Dunia Farmasi,

Industri-Klinik- Teknologi Kesehatan, disampaikan dalam

orasi ilmiah Dies Natalis ITB, http://itb.ac.id/focus/focus_file/or

asi-ilmiah-dies-45.pdf, diakses Januari 2014.

Tan, Alexis s. 1981. Mass Communication Theories and

Research. Columbus, Ohio: Grid Publishing.

Tilaar, Martha. (2014). The power of Jamu. Jakarta: Gramedia




DOI: https://doi.org/10.31294/kom.v3i1.908

DOI (PDF): https://doi.org/10.31294/kom.v3i1.908.g1084

ISSN: 2549-3299

 dipublikasikan oleh LPPM Universitas Bina Sarana Informatika Jakarta

Jl. Kramat Raya No.98, Kwitang, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10450
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License