DESTINASI WISATA BUDAYA DAN RELIGI DI CIREBON

Oda Ignatius Besar Hariyanto

Abstract


ABSTRAK

Saat ini Kementerian Pariwisata sedang fokus pada pengembangan pariwisata, khususnya destinasi wisata, karena sektor pariwisata diharapkan dapat menjadi tulang punggung perekonomian dari sektor non migas. Kekayaan destinasi wisata yang dimiliki Indonesia adalah Budaya (culture tourism), alam (natural tourism) dan buatan (man-made tourism). Indonesia memiliki keanekaragaman budaya yang tersebar pada 34 propinsi. Masing-masing suku dan daerah memiliki keragaman budaya yang berbeda, dipengaruhi oleh kondisi geografis, daerah asal dan latar belakang sejarah serta religi yang berbeda. Hal ini menjadi keunikan dan daya tarik wisata budaya dan religi di Indonesia. Cirebon merupakan salah satu daerah di Jawa Barat memiliki banyak keunikan dan daya tarik untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata budaya dan religi.  Dahulu Cirebon pernah menjadi jalur sutra perdagangan dari berbagai bangsa yang datang   dari China, India, Turki, Persia dan Timur Tengah, melakukan transit di pelabuhan Cirebon, sehingga lambat laun terjadi akulturasi dengan penduduk asli Cirebon. Hal ini menambah khasanah keanekaragaman budaya yang dimiliki oleh masyarakat Cirebon. Adanya keraton Kasepuhan, Kanoman dan Kacirebon, merupakan alkulturasi kebudayaan lokal dan   Hindu-Budha.  Sejarah masuk dan berkembangnya agama Islam di Cirebon, maka Cirebon memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi wisata budaya dan religi. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan multi disiplin dengan alasan pariwisata merupakan bagian dari budaya yang sangat kompleks. Tujuan penelitian untuk mendapatkan gambaran tentang destinasi wisata dan religi yang di miliki oleh Cirebon.

Kata Kunci: Destinasi Wisata, Budaya, Religi.

ABSTRACT

Ministry of Tourism currently focused on the development of tourism, especially tourist destinations, because the tourism sectors expected to become the responsibility of the economies on non-oil sector. The wealth of Indonesia tourist destinations is a culture tourism, natural tourism, and man-made tourism. Indonesia has a cultural diversity that spread to 34 provinces. Each tribe and region has a diversity of different cultures, influenced by geography, region of origin and historical background and religion are different. It is the uniqueness and attractiveness of cultural and religious tourism in Indonesia. Cirebon is one area in West Java has many unique and appeal to be develops into a cultural and religious tourist destination. Previously Cirebon had been a “Jalur Sutra Perdagangan” of various nationalities who came from China, India, Turkey, Persia, and the Middle East, who transit through the port of Cirebon. Thus, eventually occur of acculturation to the natives Cirebon. It is increased the repertoire of cultural diversity which is owned by the people of Cirebon. The palace of Kasepuhan, Kanoman and Kacirebon, Hindu-Buddhist relics, the history entry and the development of Islam in Cirebon, then Cirebon has the potential to be develops into a cultural and religious tourism. This research used qualitative descriptive method with multi-disciplinary approach for reasons of tourism is part of a culture that is very complex. The aim of research got description of tourist destinations and religious possessed by Cirebon.

Keywords: Tourist Destination, Culture, Religious


References


ARN. (2015). Wisata Budaya dan Religi Perlu Serius Digarap. Kompas, hal 17

Asdhiana, I Made. (2014). Festival Budaya Pesisiran Digelar Di Cirebon. http://travel.kompas.com/read/2014/10/10/081200527/Festival.Seni.Budaya.Pesisiran.Digelar.di.Cirebon. Diunduh tanggal 31 Juli 2016.

Atja. (1986). Carita Purwaka Caruban Nagari. Proyek Pengembangan Permuseuman Jawa Barat: Bandung.

Dahono Yudo. (2016). Cirebon Destinasi Sempurna. http://www.beritasatu.com/food-travel/357847-menteri-pariwisata-cirebon-destinasi-wisata-sempurna.html. Di unduh tanggal 31 Juli 2016

Hariyanto Oda, I.B. (2015). Ritual dan Makanan Panjang Jimat di Keraton Kasepuhan Cirebon: kajian Strusktur dan Makna. Disertasi. Kajian Budaya Pendidikan, Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Padjadjaran: Bandung

Koentjaraningrat. (1980). Sejarah Teori Antropologi. Jilid I. J Universitas Indonesia: Jakarta

Koentjaraningrat. (1985). Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Gramedia: Jakarta.

Nunung. (2015). Cirebon Kejar Target 300 ribu Wisatawan Mancanegara. http://www.pikiran-rakyat.com/wisata/316676/cirebon-kejar-target-300-ribu-wisatawan-mancanegara. Diunduh tanggal 12 Agustus 2015

Pals, Daniel L. (Ed.) (2001). Seven Theories of Religion. Adipura:Yogjakarta

Ratna, Nyoman Kutha. (2010). Metodologi Penelitian; Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora pada Umumnya. Yogjakarta: Pustaka Pelajar.

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabet: Bandung.

Undang-Undang Republik Indonesia no 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Departemen Kementrian Pariwisata: Jakarta

Wadrianto, Glori. K. 2015. Sultan Bicara Soal Persaingan Jalan Tol vs KA. http://regional.kompas.com/read/2015/02/18/19344631/Sultan.Cirebon.Bicara.Soal.Persaingan.Jalan.Tol.Vs.KA. Di unduh tanggal 31 Juli 2016.

World Tourism Organization UNWTO. Understanding Tourism: Basic Glossary. http://media.unwto.Org /en/ content/ understanding-tourism-basic-glossary. (diunduh tanggal 29 November 2015)




DOI: https://doi.org/10.31294/jeco.v4i2.830



ISSN: 2355-0295 || EISSN: 2549-8932

-----------------------

Indexed by:

   
  
  worldcat  
 dipublikasikan oleh LPPM Universitas Bina Sarana Informatika dengan dukungan Relawan Jurnal Indonesia

Jl. Kramat Raya No.98, Kwitang, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10450
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License