REPRESENTASI KOSMOLOGI JAWA PADA GAPURA KONTEMPORER DI DESA-DESA KABUPATEN KARANGANYAR
Abstract
Pada awal pembentukan gapura adalah digunakan sebagai suatu struktur bangunan utuh yang merupakan pintu masuk atau gerbang ke suatu kawasan. gapura merupakan sebuah bangunan yang pada masa hindu dan budha bagian dari komplek candi. gapura dapat dikatakan sebagai bentuk ekspresi terkait dengan kepercayaan masyarakat pendukungnya. melalui cara pandang semiotika, gapura adalah suatu karya arsitektur yang menggambarkan ciri budaya dari suatu kelompok manusia. orang-orang suku jawa merupakan masyarakat berbudaya yang masih mempertahankan tradisinya sampai saat ini. bentuk bangunan atau rumah tidak hanya sebuah bentuk atau karya seni, tetapi bagi orang-orang suku jawa, bangunan dikaitkan dengan tradisi dan kepercayaan. karena itu pola dan bentuk struktur bangunan gapura dipengaruhi oleh tradisi kosmologi jawa. keanekaragaman wujud fisik gapura di pulau jawa hingga saat ini masih bisa dibuktikan keberadaannya. masyarakat jawa adaptif terhadap kemajuan zaman namun tetap mempertahankan tradisi. karanganyar adalah suatu wilayah di jawa yang saat ini memiliki banyak gapura desa dengan karakteristik yang unik dan menarik. dalam membangun kontstruksi pemaknaan pada gapura, penelitian ini menggunakan teori semiotika yang dikembangkan oleh roland barthes. dengan menganalisa makna-makna yang terdapat pada ornamen-ornamen gapura di karanganyar dapat diketahui bentuk representasi kosmologi Jawa pada gapura.
Full Text:
PDFReferences
Anshory & Sudarsono. (2008) Kearifan Lingkungan dalam Perspektif Budaya Jawa. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Endraswara, Suwardi. (2003). Mistik Kejawen: Sinkretisme, Simbolisme, dan Sufisme dalam Budaya Spriritual Jawa. Yogyakarta: Penerbit NARASI.
Hoed, B. H. (2011). Semiotik & Dinamika Sosial Budaya. Depok: Komunitas Bambu.
Kholisya, Umi. (2016), “Karakteristik Keragaman Gapura Desa Di Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah” (Kajian Sosial Budaya dan Ekonomi), Vol. 4, No. 02 (2017) Jurnal Desain
Murata, Sachiko. (1999). The Tao of Islam (Kitab Rujukan tentang Relasi Gender dalam Kosmologi dan Teologi Islam. Bandung: Penerbit Mizan
Ronald, Arya. (2005), Nilai- Nilai Arsitektur Rumah Tradisional Jawa. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Singgih, Adinugroho, (2003) Pengaruh Faktor Sosial Budaya Terhadap Bentuk
Dan Tata Ruang Masud Makam Menara Kudus. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.
Sunaryo, Aryo. (2009). Ornamen Nusantara. Kajian khusus tentang Ornamen Nusantara. Semarang: Dahara Prize.: Griya Kreasi. Widyosiswoyo
Supartono. (2006). Sejarah Seni Rupa Indonesia. Jakarta:penerbit: Trisakti.
Suseno, Franz Magnis. (1984) Etika Jawa (Sebuah Analisa Falsafi Tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa). Jakarta: PT Gramedia Jakarta.
Wardana, Aditya.2008. Gapura Untuk Rumah Tinggal. Semarang: Griya Kreasi.
Yudoseputro, Wiyoso. 2008. Jejak-Jejak Tradisi Bahasa Rupa Indonesia Lama.
Jakarta: Yayasan Seni Visual Indonesia
DOI: https://doi.org/10.31294/jc.v19i1.5032
ISSN: 2579-3314

