Pendidikan Kesehatan mengenai Deteksi Dini Depresi dan Penurunan Fungsi Kognitif pada lansia

Lynna Lidyana, Shelly Shelly, Nita Fitria

Sari


Prevalensi lansia (60-74 tahun) di Indonesia tahun 2050 diperkirakan melebihi prevalensi di dunia. Depresi pada lansia menempati urutan kedua setelah penyakit jantung coroner yang mempengaruhi morbiditas lansia. Peningkatan depresi pada lansia harus menjadi perhatian khusus semua elemen kesehatan agar berkontribusi maksimal dalam pelayanan preventif maupun kuratif.  Fungsi kognitif secara bertahap akan menurun pada lansia seiring dengan bertambahnya usia. Kondisi depresi akan mempercepat penurunan fungsi kognitif lansia. Pengabdian Pada Masyarakat (PPM)  ini bertujuan untuk melalukan pendidikan kesehatan mengenai deteksi dini depresi dan penurunan fungsi  kognitif  pada lansia  .

Realisasi pemecahan  masalah untuk mendeteksi adanya gejala depresi dan penurunan fungsi kognitif pada lansia melalui kegiatan pendidikan kesehatan kepada semua eleman yang terkait di Balai Perlindungan Sosial Tresna Whreda (BPSTW) Ciparay Bandung. Elemen yang terkait meliputi pejabat panti, pramuwheda, perawat dan lansia. Setelah hasil pengkajian Mini Mental State Examination (MMSE) dan Geriatric Depression Scale (GDS-15) didapatkan 20 orang lansia depresi tingkat ringan dan sedang. Lansia yang mengalami depresi tingkat ringan dan sedang mendapatkan informasi mengenai gejala depresi dan bagi petugas panti,pramuwhreda mendapatkan informasi mengenai gejala umum yang dirasakan lansia ketika depresi dan upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya depresi. Perawat panti diberikan pelatihan  dan pendampingan dalam menggunakan instrumen MMSE dan GDS-15

Kegiatan berlangsung sesuai rencana dan semua sasaran mengalami peningkatan partisipasi saat kegiatan penyuluhan berlangsung dan dilanjutkan  dengan diskusi kecil diluar kegiatan penyuluhan.

           

 

Kata kunci: Deteksi dini depresi pada Lansia,  Fungsi Kognitif, Pendidikan    Kesehatan.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


American Psychiatric Association. (2015). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (4th ed.). (Text Revision). Washington, DC: American Psychiatric Press.

Bellinger, P. M., & Minahan, C. L. (2015). European Journal of Sport Science, 16(7), 829-836. doi : 10.1080/17461391.2015.1120782

Bhayu, I. A., Ratep, N., & Westa, W. (2015). Gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat depresi pada lanjut usia di wilayah kerja Puskesmas Kubu II Januari-Februari 2014. E-Jurnal Med Udayana, 4(1), 1–14.

Darmojo, B. (2014). Buku Ajar Boedhi-Darmojo Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut), V. Jakarta: Badan Penerbit FKUI.

Depkes RI., Riset Kesehatan Dasar. (2012). Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI. Badan Litbangkes RI. Diperoleh dari http://www.diskes.jabarprov.go.id

Gorska-Ciebiada, M., Saryusz-Wolska, M., Borkowska, A., Ciebiada, M., & Loba, J. (2015). Serum levels of inflammatory markers in depressed elderly patients with diabetes and mild cognitive impairment. PLoS One [Internet], 10(3), 1-17. Retrieved from: http://dx.doi.org/10.1371/journal.pone.0120433

Hayashi, J., & Decherrie, L. (2016). Geratric Home-Based Medical Care: Principle and Practice. Springer , 125–30.

Ihara, K., Yoshida, H., Jones, P. B., Hashizume, M., Suzuki, S., Ishijima, H. (2016). Serum BDNF levels before and after the development of mood disorders: a case–control study in a population cohort. Translational Psychiatry, 6, 782. doi:10.1038/tp.2016.47

Irawan, H.(2013). Gangguan Depresi pada Lanjut Usia. CDK-210, 40(11), 815–9.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI. (2016). Situasi dan Analisa Lanjut Usia. Jakarta Selatan.

Manangkot, M. V., Sukawana, I. W., Witarsa, M. S. (2016). Pengaruh Senam Lansia terhadap Keseimbangan Tubuh pada Lansia di Lingkungan Dajan Bingin Sading. Jurnal Keperawatan Community of Publishing in Nursing (COPING) NERS. Januari – April Ed.

Martinson, M., Berridge, C., Bengtson, V. L., Silverstein, M., Putney, N. M., Gans, P. (2009). D. Handbook of theories of aging. (2nd ed). Gerontologist, 55, 58-69 New York: Springer Publishing Company.

Lestari, I., Mistivani, C. M., Rumende., & Kusumaningsih, W. (2017). Comparison between mini mental state examination (MMSE) and Montreal cognitive assessment Indonesian version (MoCA-Ina) as an early detection of cognitive impairments in post-stroke patients. IOP Conf. Series: Journal of Physics: Conf. Series, 884, 012153. doi :10.1088/1742-6596/884/1/012153

Martinson, M. & Berridge, C. (2015). Successful aging and its discontents: A systematic review of the social gerontology literature. Gerontologist, 55(1), 58–69.

Maryam, R. S., Ekasari, M., Jubaedi, A., Batubara, I., & Rosidawati. (2011). Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Jakarta: Salemba Medika.

Maurer, D. (2012). Screening for Depression. Am Fam Physician, 2, 139–42.

Mura, C. (2013). Physical Activity in Depressed Elderly. A Systematic Review. Clinical Practice & Epidemiology in Mental Health, 9, 125-135.

Muzail, M. S., & Martini, R. S. (2014). Hubungan Antara Tingkat Aktivitas Fisik dengan Fungsi Kognitif pada Usila di Kelurahan Jati Kecamatan Padang Timur. Jurnal Kesehatan Andalas, 3(2).

National Institute for Health and Clinical Excellence. (2010). Depression: the treatment and management of depression in adults [updated edition]. Leicester, UK: British Psychological Socaity .

Njoto, E. N., (2014). Mengenali Depresi pada Usia Lanjut Penggunaan Geriatric Depression Scale ( GDS ) untuk Menunjang Diagnosis. CDK-217 , 41(6), 472.




DOI: https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i1.5130

DOI (PDF): https://doi.org/10.31294/jabdimas.v3i1.5130.g3758

 dipublikasikan oleh LPPM Universitas Bina Sarana Informatika Jakarta

Jl. Kramat Raya No.98, Kwitang, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10450
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License