Pengaruh Terapi Relaksasi Autogenik Terhadap Depresi Pada Lansia Di BPS Tresna Werdha Ciparay

Evangeline Miliani Hutabarat, Dedi Supriadi, Vidya Pramesti P

Sari


ABSTRAK

Depresi merupakan kasus yang sering terjadi pada lansia. Prevalensi depresi pada lansia di Indonesia cukup tinggi. Menurut hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan di Balai Perlindungan Sosial TresnaWerdha Ciparay Bandung, dimana ada 5 lansia yang menderita depresi, depresi ini dapat menyebabkan beberapa masalah fisik dan perubahan dalam keterlibatan kegiatan sosial. Depresi dapat diatasi dengan memberikan terapi nonfarmakologi seperti terapi relaksasi autogenik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi relaksasi autogenik terhadap depresi pada lansia di Balai Perlindungan Sosial Tresna Werdha Ciparay Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan One-Group Pretest Posttest. Sebanyak 31 responden lansia telah ikut berpartisipasi dalam penelitian ini, dengan teknik pengambilan sampel secara consecutive sampling, serta menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang diperoleh di analisis dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat T Test. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh terapi relaksasi autogenik terhadap depresi pada lansia di Balai Perlindungan Sosial Tresna Werdha Ciparay Bandung dengan p Value 0,001 (α 0,05). Dari hasil penelitian ini juga didapatkan bahwa setelah menyelesaikan seluruh proses terapi, responden mengatakan merasa lebih nyaman dengan diri mereka sendiri dan lingkungan mereka. Sementara responden lainnya mengatakan bahwa mereka mulai ikut berperan dan turut serta dalam aktivitas di panti. Disarankan untuk perawat yang bekerja di panti jompo untuk mengembangkan dan menerapkan terapi nonfarmakologi untuk mengurangi dan mencegah depresi pada lansia.

Kata kunci: Depresi, Lanjut usia, Terapi Relaksasi Autogenik

 

ABSTRACT

Depression is common among elderly. Prevalence of depression among elderly in Indonesia is high. According to preliminary study that has done in BalaiPerlindunganSosialTresnaWerdhaCiparay Bandung, there where 5 elderly who suffer from depression, which can lead to physical problems and alteration in social activity involvement as well. Depression could be diminished with applying nonfarmacology nursing intervention such as autogenic relaxation theraphy. This study aimed to analyze the influence of autogenic relaxation theraphy on depression among elderly in Balai Perlindungan Sosial Tresna Werdha Ciparay Bandung.Method used in this research was quasi experiment with one group pre testpost test design. 31 respondents has participated in this research, that has collected with concecutive sampling technique, using inclusive and exclusive criterias. Data obtained was analyzed with univariate and bivariate T Test. From this research can be concluded that there is influence of autogenic relaxation theraphy on depression among elderly in Balai Perlindungan Sosial Tresna Werdha Ciparay Bandung with p Value 0,001 (CI, 0,05).It is also reported after finishing the theraphy sessions, the respondents felt more comfortable with themselves and their environment. While other respondents told that they involved more in activities in the nursing home.It is suggested for nurse who work in nursing home to develop and apply a nonfarmacology nursing intervension in order to alleviate and prevent the depression among elderly Balai Perlindungan Sosial Tresna Werdha Ciparay Bandung.

Keywords: Depression, Elderly, Autogenic Relaxation Therapy.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Aryani.(2007). Terapi Modalitas Keperawatan. Jakarta : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.

Azizah, Lilik. (2011). Keperawatan Lanjut Usia. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Depkes, Kemenkes RI. (2012). Gambaran Kesehatan Lanju tUsia di Indonesia, Jakarta : Bakti Husada.

Djaali & Sappale.(2013). International Seminar on Quality and Affordable Education (ISQAE).A Systematic Review: Group Counselling for Older Peoplewith Depression, 455 - 462.

Farada, Rizka. (2011). Pengaruh Teknik Relaksasi Autogenik terhadap Tingkat Kecemasan pada Ibu Primigravida Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Kotakulon Kabupaten Bondowoso. Skripsi, Jember, Universitas Jember.

Kristiarini, (2013), Pengaruh Teknik Relaksasi Autogenik terhadap Skala Nyeri pada Ibu Post Operasi Sectio Caesare (SC) di RSUD Banyumas, Skripsi, Universitas Jenderal Soedirman.

Kushariyadi, Setyoadi. (2011). Terapi Modalitas Keperawatan Pada Klien Psikogeriatrik. Penerbit: Salemba Medika. Jakarta.

Notoatmodjo, Soekidjo. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

Nugroho (2008). Keperawatan Gerontik. Buku Kedokteran EGC: Jakarta.

Purbowinoto & Kartinah, (2012), Pengaruh Terapi Musik Keroncong Terhadap Penurunan Tingkat Depresi Pada Lansia Di Pstw Budi Luhur Jogyakarta, Prosiding Konferensi Nasional Ppni Jawa Tengah, 68-71.

Riyanto, Agus. (2011). Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan. Yogyakarta : Nuha Medika

Sastroasmoro & Ismalel. (2011). Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis. Jakarta : CV Sagung Seto.

Saunders, dkk. (2006).Autogenic Therapy : Short Term Therapy For Long Term Gain, Chairman, BAS.

Suardana, I Wayan (2011), Hubungan Faktor Sosio demografi, Dukungan Sosial dan Status Kesehatan dengan Tingkat Depresi pada Agregat Lanjut Usia di Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem Bali, Tesis, Depok, Universitas Indonesia.

Tiana SS. 2010. Studi Awal Validasi Self Reporting Quetioneire 20 Versi Bahasa Indonesia sebagai Instrumen Penapisan Gangguan Kesehatan Mental Pekerja [Tesis]. Jakarta: Universitas Indonesia.

Wada, T., et al. (2005). Depression, activities of daily living, and quality of life of community-dwelling elderly in three Asian countries : Indonesia, Vietnam and Japan. Archives of Gerontology and Geriatric, 41.271-28.




DOI: https://doi.org/10.31311/jk.v6i2.4795

##submission.license.cc.by4.footer##

 
 

Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas BSI