Terapi Dingin Pada Nyeri Sternotomy Pasien Post Coronary Arthery Bypass Graft (CABG)

Nurul Iklima, Danar Lingga Maulana

Sari


Masih banyaknya kasus penyakit jantung membuat pelayanan kesehatan bertanggung jawab dalam meningkatkan kualitas hidup pasien. Operasi Coronary Artery Bypass Graft (CABG) menjadi salah satu intervensi yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Keluhan nyeri yang terjadi pada pasien post operasi CABG akan menghambat pernafasan normal sehingga dapat menyebabkan disfungsi pernafasan. Manajemen nyeri terbagi menjadi manajemen nyeri farmakologi dan nonfarmakologi. Terapi dingin adalah salah satu terapi non-farmakologi yang bisa dikombinasikan dengan terapi farmakologi. Artikel ini bertujuan ntuk melihat keefektifan intervensi non-farmakologi terapi dingin untuk mengurangi nyeri sternotomy pada pasien post CABG. Metode yang digunakan adalah mengulas literatur keperawatan, kedokteran, dan kesehatan masyarakat dari tahun1994 sampai 2017 dengan menggunakan 9 artikel terkait manajemen nyeri post operasi CABG dan terapi non farmakologi (teraoi dingin)  sebagai referensi. Hasil ulasan literatur menunjukan bahwa terapi dingin efektif terhadap nyeri sternotomy saat melakukan deep breathing exercise pada pasien post CABG. Kesimpulan yang didapatkan adalah terapi dingin memberikan efek yang signifikan untuk menurunkan nyeri sternotomy saat melakukan deep breathing exercise pada pasien post CABG. Hampir seluruh penelitian yang ditelusuri menunjukkan bahwa metode terapi dingin menjadi salah satu intervensi yang mudah dilakukan oleh perawat dan  tidak membutuhkan biaya yang mahal.

Kata Kunci : Batuk efektif, Nyeri sternotomy, Terapi dingin



Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Azizi, F., Hatami, H., & Janghorbani, M. (2009). Epidemiology and control of prevalent diseases in Iran. Tehran. Khosravi Publication, 265-79.

Bleakley, C., S. McDonough and D. MacAuley (2004). "The use of ice in the treatment of acute soft-tissue injury." The American journal of sports medicine 32(1): 251.

Ernst, E. and V. Fialka (1994). "Ice freezes pain? A review of the clinical effectiveness of analgesic cold therapy." Journal of pain and symptom management 9(1): 56.

Gorji, M. H., Nesami, M. B., Ayyasi, M., Ghafari, R., & Yazdani, J. (2014). Comparison of ice packs application and relaxation therapy in pain reduction during chest tube removal following cardiac surgery. North American journal of medical sciences, 6(1), 19.

Keawnantawat, P., Thanasilp, S., & Preechawong, S. (2017). Translation and Validation of the Thai Version of a Modified Brief Pain Inventory: A Concise Instrument for Pain Assessment in Postoperative Cardiac Surgery. Pain Practice,17(6), 763-773.

Khalkhali, H., Tanha, Z. E. R., Feizi, A., & Ardabili, S. S. (2014). Effect of applying cold gel pack on the pain associated with deep breathing and coughing after open heart surgery. Iranian journal of nursing and midwifery research, 19(6), 545.

Mazzeffi, M., & Khelemsky, Y. (2011). Poststernotomy pain: a clinical review. Journal of cardiothoracic and vascular anesthesia, 25(6), 1163-1178.

Swenson, C., L. Swärd and J. Karlsson (1996). "Cryotherapy in

sports medicine." Scandinavian journal of medicine & science in sports 6(4): 193

Tamsuri, A. (2007). Konsep dan penatalaksanaan nyeri.Jakarta: EGC, 1-63.

Widyastuti, C. S. (2013). TERAPI DINGIN EEFEKTIF MENURUNKAN NYERI STERNOTOMY SAAT LATIHAN NAPAS DAN BATUK EFEKTIF. Media Ilmu Kesehatan, 2(3), 101-107.

Yudiyanta, N. K., & Novitasari, R. W. (2015). Assessment nyeri. Jurnal CDK, 226.

Zencir, G., & Eser, I. (2016). Effects of Cold Therapy on Pain and Breathing Exercises Among Median Sternotomy Patients. Pain Management Nursing, 17(6), 401-410.




DOI: https://doi.org/10.31311/jk.v6i2.4121

##submission.license.cc.by4.footer##

 
 

Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas BSI