Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita (Studi Kasus: Puskesmas Babakansari)

Maidartati Maidartati, Rima Dewi Anggraeni

Sari


ABSTRAK

Penyakit diare merupakan sesuatu penyakit endemis di Indonesia khususnya kelompok umur balita. Kejadian diare tersebut disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya faktor gizi, makanan, sosial ekonomi dan lingkungan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita usia 1-5 tahun di Puskesmas Babakan sari Kota Bandung. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik, dengan menggunakan rancangan survey cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orangtua dan balita usia 1 – 5 Tahun yang berobat ke Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung pada bulan Januari – April 2017 dengan jumlah sampel sebanyak 128 responden, tehnik pengumpulan data secara accidental sampling. Analisis Data menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan signifikan dengan kejadian diare pada balita usia 1-5 tahun di Puskesmas Babakan sari Kota Bandung yaitu faktor gizi p(0.000), faktor makanan p(0.000), faktor sosial ekonomi (pendidikan orangtua p(0.004), penghasilan orangtua p(0.038), dan faktor lingkungan p(0.000). Saran bagi orang tua berdasarkan hasil penelitian menyarankan orangtua dapat memperhatikan balitanya ketika memberikan makanan kepada anaknya dengan melakukan pencucian terlebih dahulu pada makanan mentah dan menjaga kebersihan tangan sebelum dan sesudah makan.

 

Kata kunci: Balita, Diare, Faktor-faktor kejadian Diare

 

ABSTRACT

Diarrhea was an endemic disease in Indonesia, especially in children under five years old. where the incidence of diarrhea is caused by various factors such as nutritional factors, food, social economy and environment. The aims of this study was to identified the factors related to the incidence of diarrhea in infants aged 1-5 years old at Babakansari Public Health Center Bandung. The methodof this research is analytical observational with cross sectional design. The population in this study were all parents and children aged 1- 5 years who went to Puskesmas Babakan Sari Bandung in January - April 2017 with 128 respondent used accidental sampling technique. The data was Analyze used Chi Square analysis.The result of this tudy showed that the factorswhich has a significant correlationwith diarrheain infant aged 1-5 years old at Puskesmas Babakansari Kota Bandung was nutrition factor p(0.000), food factor p(0.000), social economic factor (parent’s education) p(0.004), parents’ income p(0.038), and environment factor p(0.000). Based on the results of this study, adviceable to parents to put attention when giving foods to their children by washing the raw of food firstly, and keep the hand hygiene before and after meals time.

 

Keywords: Toddler, Diarrhea, Factors of Diarrhea Occurrence

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arikunto. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Adisasmito.(2011). Faktor Resiko Diare Pada Bayidan Balita di Indonesia: systematic review penelitian akademik Bidang Kesehatan Masyarakat. Makara Kesehatan. Juni 2011.

Amalia. (2013). Hubungan faktor Lingkungan dan sosial ekonomi dengan kejadian Diare pada Balita di Kelurahan Pisangan Ciputat Timur. Online, Agustus tahun 2015)

Anwar .T. Bahri.(2011). Bagian Ilmu Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. E-usu Repository digitized by USU digital library.

Chandra, B. (2007). Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta: EGC

Cahyono, S.B. (2010). Vaksinasi Cara Ampuh Cegah Penyakit Infeksi. Yogyakarta: kanisisus

Darmadi, H. (2013). Metode Peneltian dan Sosial. Bandung: Alfabeta.

Depkes RI, (2013), Riset kesehatan dasar. Jakarta : Badan Penelitian dan pengembangan kesehatan kementerian kesehatan RI.

Dinkes Kota Baandung (2012)., Profil Kesehatan Kota Bandung.

Hidayat, A. A. (2008). Pengertian Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika.

Kasman.(2013). Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Puskesmas Air Dingin Kecamatan Koto Tengah Kota Padang Sumatra Barat tahun 2013. (online, diperoleh 04 Agustus 2017)

Kementrian Kesehatan RI. (2011). situasi diare di Indonesia buletin jendela, data dan informasi kesehatan.

Kementrian Kesehatan RI. (2015). situasi diare di Indonesia buletin jendela, data dan informasi kesehatan

Khalili,B. (2008). Risk Factor for Hospitalization of Children wth Diarrhea in Shahrekord Iran.http://222.124.222.229/bitstream/handle/123456789/RULI%20PAUSI%20K11108552.pdf?sequence=1

Kozier, (2010). Buku ajar Fundamental Keperawatan : Konsep, Proses & Praktik Volume 1. EGC: Jakarta

Maryunani, A. (2013). Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

Notoatmodjo, S. (2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Cetakan I. Jakarta: PT.Rineka Cipta.

Pender, N.J. (2009). Health promotion in nursing practice. Sidney: Appleton & lange.

Riskesdas. (2013). Riset Kesehatan Dasar, Badan Peneltian dan Pembangunan Kesehatan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Setiawan, B. (2008). Diare Akut Karena Infeksi. Jakarta : Departemen IPD FK UI.

Santosa. (2010). Hubungan Tingkat Pengetahuan ibu dengan Kejadian Diare Pada anak. Online, 13 Maret 2014)

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, CV.

Suharyono. (2008). Diare Akut, Klinik dan Laboratorik Cetakan Kedua. Jakarta: Rineka cipta.

Tedi, A. I., 2015., Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian diare pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Ambal Kabupaten Kebumen.

Wartonah, Tarwoto. (2010). Kebutuhan Dasar manusia dan Proses Keperawatan. Jakarta.: Salemba Medika.

Winda, Wijayanti. (2012). Hubungan Antara Pemberian ASI Eksklusif dengan Angka Kejadan Diare pada bayi Umur 0-6 bulan di Puskesmas Gilingan Kecamatan Banjasari Surakarta tahun 2012. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas maret Surakarta. (online, diperoleh 03 Februari 2016).




DOI: https://doi.org/10.31311/.v5i2.2638



 
 

Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas BSI