Gambaran Adversity Quotient Pada Petugas Di LPKA Kelas II Bandung

Dani Ramdani, Nur Oktavia Hidayati, Nita Fitria

Sari


ABSTRAK

Petugas Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) kelas II Bandung menjalankan pembinaan dengan jumlah yang banyak, yaitu sekitar 190 anak. Petugas LPKA mempunyai peran ganda dalam menjalankan tugasnya, selain menjalankan tugas pokok, petugas berperan sebagai wali bagi anak dengan berbagai karakter anak yang berbeda. Kondisi yang terjadi tentunya menjadi sebuah tantangan dalam bertugas. Adversity Quotient (AQ) menjadi hal yang penting bagi petugas LPKA dalam menghadapi tantangan dan masalah yang terjadi selama bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Adversity Quotient pada petugas LPKA kelas II Bandung. Rancangan penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan populasi 28 orang petugas yang berkaitan langsung dengan anak. Setelah menggunakan teknik total populasi didapatkan sampel 28 orang. Alat ukur yang digunakan yaitu instrumen Adversity Response Profile (ARP) Quick TakeTM yang telah dimodifikasi. Instrumen ini berupa kuisioner yang terdiri dari 40 pertanyaan yang mencakup keempat dimensi AQ. Data dianalisis dengan menggunakan distribusi frekuensi.Berdasarkan analisa data didapatkan hasil bahwa  Adversity Quotient petugas LPKA kelas II Bandung sebagian besar responden yaitu 17 orang (60,1%) pada kelompok transisi camper ke climber, 6 orang (21,43 %) pada kelompok climber, 5 orang (17,86 %) pada kelompok camper, tidak seorangpun yaitu 0 orang (0.00%) pada kelompok transisi quitter ke camper dan tidak seorangpun yaitu 0 orang (0.00%) pada kelompok  quitter. Simpulan penelitian didapatkan bahwa sebagian besar petugas pada transisi camper ke climber. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka disarankan untuk diadakan pelatihan motivasi dan dilakukan penelitian selanjutnya mengenai faktor-faktor yang mempengarugi AQ pada petugas di LPKA kelas II Bandung.

 

Kata kunci: Adversity Quotient, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) kelas II bandung, Petugas LPKA.

 

 

ABSTRACT

LPKA  class II Bandung runs coaching in large numbers of children, which are about 190. The warders in LPKA also acting as guardian for children with a variety of children’s characters. This condition is a challenge for carrying out the duty. Adversity Quotient (AQ) becomes important for the officers in facing the challenges and problems that occur during the work. The purpose of this study is to find out the description of the warders’ AQ.

The design of the research used quantitative descriptive method. The total population is 28 warders - who are directly related to the children. After using total population technique, it is obtained 28 participants. The used measuring instrument is ARP Quick TakeTM – which has been modified. These instruments seem like questionnaire consisting of 40 questions and covering the four dimensions . Data was analyzed using frequency distribution. Based on the analysis of the data, it showed that the officers’ AQ is majority respondents (17 respondents or 60.1%) including in the group of transition camper to the climber, 6 respondents (21.43%) are in the group of climbers, 5 respondents (17.86 %) are in the camper, no one (0.00%) is in the group of transition quitter to the camper and also no one 0 (0.00%) is in the quitter group. The conclusion showed that the majority of warders are in the camper transition to the climber. That’s suggested to arrange a motivational training and conduct further research about factors that cause AQ towards the warders.

 

Keywords: Adversity Quotient, LPKA class II bandung, warders in LPKA


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Bantang, F.O, et al. (2013). The Relationship Of Personal Characteristics And Job Satisfaction To Adversity Quotient Of Police Officers In Manila Police District. Thesis. Philippines: Polytechnic University Of The Philippines.

Cooke,D.J. Baldwin, P. Howison, J. (2008). Menyikap Dunia Gelap Penjara. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Lee, D. (2008). Why You Will Need A Resilient Workforce In Today’s Economy. HR Time-Winter.

Direktorat Jendral Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan HAM. Sistem Database Pemasyarakatan, Data Terakhir Jumlah Penghuni Perkanwil. http://smslap.ditjenpas.go.id/public/grl/current/monthly ( diakses tanggal 15 Oktober 2016

Finney, et al. (2013). Organizational Stressors Associated With Job Stress And Burnout In Correctional Officers: A Systematic Review. Canada: BMC Public Health.

Fitria, N. Hernawaty, T. Yosep, I. (2011). Gambaran Adversity Quotient Pada Tahanan Remaja di Rumah Tahanan Kelas 1 Bandung. Jurnal keperawatan padjajaran Vol 12, No. 2. Bandung: Universitas Padjajaran Fakultas Ilmu Keperawatan.

Hapsari, Y. (2007). Pelatihan Peningkatan Kompetensi Sebagai Wali Anak Didik Bagi Petugas Di Lapas Anak Pria Tanggerang. Tesis. Jakarta: Universitas Indonesia Fakultas Psikologi.

Jatnika, D. Raharjo, S. Mulyana, N. (2016). Pekerjaan Sosial Koreksional Kasus Proses Integrasi Anak Dididk LPKA Ke Masyarakat. Bandung: UNPAD Press.

McClelland,D. (1987). Human Motivation. New York: The Press Syndicate of The University of Camridge.

Notoatmojo, S. (2014). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Putra, M. Hidayati, N. Nurhidayah, I. (2016). Hubungan Motivasi Berprestasi Dengan Adversity Quotient Warga Binaan Remaja Di LPKA Kelas II Sukamiskin Bandung. Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia Vol. 2 No. 1. Bandung: Universitas Padjadjaran Fakultas Ilmu Keperawatan.

Santoso, P.S. (2016). Hubungan Adversity Quotient Dengan Produktivitas Kerja Pada Karyawan Marketing Di Kota Malang. Tesis. Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang.

Setyobudi, M.T. (2012). Pembinaan Anak Pidana Di Lembaga Pemasyarakatan Anak Tanggerang. Tesis. Jakarta: Universitas Indonesia Fakultas Hukum Program Pascasarjana.

Stoltz, P. G. (2000). Adversity Quotient, Mengubah Hambatan Menjadi Peluang. Jakarta: PT. Grasindo.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.




DOI: https://doi.org/10.31311/.v5i1.1915



 
 

Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas BSI