FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI PUSKESMAS GARUDA KOTA BANDUNG

Irma Oktaviani, Sri Hayati, Eva Supriatin

Sari


Abstract - Acute Respiratory Infection is an acute infection disease that attack one or more parts of the respiratory tract from the nose to the pockets of the lung (alveoli) including of adnexal networks such as sinus / cavity around the nose, middle ear cavity and pleura. Survey of Kesehatan Rumah Tangga in 2001 the death rate from pneumonia, to 5 cases in 1000 infants and toodlers die each year,or 12.500 victims per month, or 416 cases a day, or 17 children per hour, or 1 person every 5 minutes toddler.The purpose of this study to identify the associated between acute respiratory infection factors, low birth weight, nutritional status, immunization, residential density and physical environment (ventilation) on the incidence of acute respiratory infection at Puskesmas Garuda Bandung.Design research is an observational analytic, using cross sectional survey design using accidental sampling technique. Analysis used in this study by using chi square analysis. The population is 327 toddlers, and the samples used are toddlers who come to the clinic for treatment, taken as many as 15% of 327 infants and obtained 50 respondents. Statistical analysis of data shows that there associated between low birth weight with acute respiratory infection (p = 0.000 < 0.05), was not associated between nutritional status in infants with the incidence of acute respiratory infection (p = 0.134 > 0.05), thereis a associated between immunization with acute respiratory infection (p = 0.005 < 0.05), there was not associated between the physical environment (ventilation) with acute respiratory infection (p = 0.790 > 0.05). The conclusion that there is a associated between low birth weight and immunization on the incidence of respiratory infections, and there was not associated between nutritional status, residential density and physical environment (ventilation). And suggestions to the clinic to better promote the importance of immunization and prevention of low birth weight babies born in order to reduce the risk of respiratory infection.

 

Keywords: Acute Respiratory Infection In Toddlers, Factors Associated eith Acute Respiratory Infection, Low Birth Weight, Nutritional Status, Immunization, Residential Density, Physical Environment (Ventilation)

 

 

Abstrak - Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah penyakit infeksi akut yang menyerang salah satu bagian atau lebih dari saluran nafas mulai dari hidung hingga kantong paru (alveoli) termasuk jaringan adneksanya seperti sinus/rongga di sekitar hidung, rongga telinga tengah dan pleura. Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001 angka kematian akibat pneumonia, mencapai 5 kasus diantara 1000 bayi dan balita. Ini berarti ISPA mengakibatkan 150 ribu bayi dan balita meninggal setiap tahunnya, atau 12.500 korban perbulan, atau 416 kasus sehari, atau 17 anak per jam, atau 1 orang balita tiap 5 menit. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor-faktor ISPA yaitu BBLR, status gizi, imunisasi, kepadatan tempat tinggal dan lingkungan fisik ventilasi terhadap kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Garuda Kota Bandung. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik, dengan menggunakan rancangan survey cross sectional dengan menggunakan teknik accidental sampling. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan analisa Chi Square. Populasi dalam penelitian ini yaitu 327 balita, dan sampel yang digunakan yaitu balita yang datang berobat ke puskesmas, diambil sebanyak 15% dari 327 balita dan didapat 50 responden. Analisis statistik terhadap data yang diperoleh menunjukan bahwa terdapat hubungan antara BBLR dengan kejadian ISPA pada balita (p=0,000 < 0,05), tidak ada hubungan antara status gizi dengan kejadian ISPA pada balita (p=0,134 > 0,05), ada hubungan antara imunisasi dengan kejadian ISPA pada balita (p=0,005 < 0,05), tidak ada hubungan antara kepadatan tempat tinggal dengan kejadian ISPA pada balita (p=0,552 > 0,05), tidak ada hubungan antara lingkungan fisik ventilasi dengan kejadian ISPA pada balita (p=0,790 > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan antara BBLR dan imunisasi terhadap kejadian ISPA, serta tidak terdapat hubungan antara status gizi, kepadatan tempat tinggal dan lingkungan fisik ventilasi terhadap kejadian ISPA. Dan saran kepada puskesmas supaya lebih mensosialisasikan pentingnya imunisasi dan pencegahan terjadinya kelahiran bayi yang BBLR agar mengurangi resiko terjadinya ISPA.

 

Kata Kunci : ISPA pada balita, Faktor-faktor yang berhubungan dengan ISPA, BBLR, Status Gizi,Imunisasi, Kepadatan Tempat Tinggal, Lingkungan Fisik (Ventilasi)


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Almatsier, S. (2002). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Anggraeni, Sutomo. (2004). Gizi dan Pola Hidup Sehat. Jakarta. CV. Yrama Widya

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

__________. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakart:. Rineka Cipta.

Astuti, R. (2011). Jurnal Hubungan Antara Riwayat ISPA Dengan Tumbuh Kembang Anak di Posyandu Desa Cetan Kabupaten Klaten Vol 2. 52-58.

Departemen Kesehatan RI. (2010). Situasi Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta

_________. (2002). Menanggulangi Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Anak-Anak. Jakarta.

__________. (2010). Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Balita. Jakarta.

__________. (2002). Pedoman Pemberantasan Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut Untuk Penanggulangan Pneumonia Pada Balita, Jakarta.

__________. (2004). Penanggulangan Pneumonia Balita 2005-2009. Jakarta.

Dinas Kesehatan Kota Bandung. (2012). Profil Kesehatan Kota Bandung Tahun 2012, Pemerintah Kota Bandung, Bandung

__________. (2012). Laporan Tahunan ISPA Kota Bandung 2012, Pemerintah Kota Bandung. Bandung.

Ibrahim, Hartati. (2011). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Anak Balita di Wilayah Puskesmas Botumoito Kabupaten Boalemo Tahun 2011. Tesis Program Pascasarjana Unhas.

Maryunani, A. (2010). Ilmu Kesehatan Anak Dalam Kebidanan. Jakarta: Trans Info Media.

Misnadiarly. (2008). Penyakit Infeksi Saluran Napas Pneumonia Pada Anak Balita, Orang Dewasa, Usia Lanjut. Jakarta: Pustaka Populer Obor.

Moehji, S. (2003). Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan ISPA di Puskesmas, 33.

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Asdi Mahasatya.

__________. (2010). Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta. Rineka Cipta.

__________. (2003). Prinsip-prinsip dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Asdi Mahasata

Ranuh, IGN. (2005). Buku Imunisasi Di Indonesia. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Soeditama. (2002). Ilmu Gizi. Jakarta: Rineka Cipta.

Sulastri, Wida., Yamin, Ahmad., & Susanti,. R.D. (2010). Majalah Keperawatan Nursing Journal of Padjadjaran University, 10(11), 1-5.

Sulistyoningsih, H., Sutandi, R. (2011). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian ISPA Pada BAlita Di Wilayah Kerja Puskesmas DTP Jamanis Kabupaten Tasikmalaya 2010, 154-158.

Supriasa, I Dewa Nyoman. (2012). Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC

World Health Organization (WHO). (2006). Pneumonia: The Forgotten Killer of Children .

World Health Organization (WHO). (1983). Measuring Change In Nutritional Status. Genewa.

World Health Organization (WHO). (2007). Pencegahan & pengendalian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)

Yusup, N.A., & Sulistyo, L.R. (2004). Jurnal Kesehatan LingkunganHubungan Sanitasi Rumah Secara Fisik Dengan Kejadian ISPA Pada BAlita, 110-118.




DOI: https://doi.org/10.31311/.v2i2.119



 
 

Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas BSI