ANALISA PERBANDINGAN METODE TOPSIS, SAW DAN WP MELALUI UJI SENSITIFITAS UNTUK MENENTUKAN PEMILIHAN SUPPLIER

Wina Yusnaeni, Rahayu Ningsih

Sari


Pemilihan suplier yang baik dalam penyediaan bahan baku produksi adalah salah satu faktor yang penting dalam sebuah produksi di perusahaan. Banyak hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan suplier bahan baku, karena bahan baku yang di sediakan harus memiliki kualitas yang baik dan sebanding dengan nilai ekonomi yang dikeluarkan oleh perusahaan. PT. Tiga Sekawan Perkasa adalah sebuah perusahaan manufaktur yang melakukan pengolahan bahan baku mentah menjadi bahan jadi, oleh karena itu perusahaan membutuhkan suplier yang baik sehingga bisa menyuplai kebutuhan bahan baku yang memiliki kualitas yang baik, dengan sistem pengiriman yang fleksibel dan harga yang bersaing. Maka dibutuhkanlah sebuah sistem pemilihan keputusan untuk mendapatkan suplier bahan baku oli yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan sehingga bisa menjuang jalannya produksi dengan baik. Kriteria yang telah di tentukan oleh perusahaan dalam pemilihan bahan baku adalah harga, pengiriman, volume dan memiliki kualitas yang baik. Metode yang dipergunakan adalah TOPSIS, SAW, WP dan Perhitungan Uji Sensifitas untuk melihat mana yang lebih relevan dengan studi kasus yang di bahas oleh penulis dalam menentukan suplier yang baik. Dari hasil pengujian metode yang dipergunakan dari tiga metode TOPSIS, SAW dan WP menghasilkan hasil yang berbeda Penggunaan uji sensitifitas menghasilkan metode yang sesuai dengan studi kasus ini yaitu metode topsis. Dengan nilai perubahan TOPSIS sebesar 1,59 %, SAW Sebesar 1% dan WP sebesar 0,288%.

Kata Kunci


Pemilihan, Suplier, bahan baku, TOPSIS, SAW, WP, Uji Sensifitas

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Effendy, D. A., & Irawan, R. H. (2015). Uji Sensitivitas metode WP, SAW Dan TOPSIS Dalam Menentukan Titik Lokasi Repeater Internet Wireless. Seminar Nasional Teknologi Informasi Dan Multimedia, 6–8.

Merry, L., Ginting, M., & Marpaung, B. (2013). Pemilihan Supplier Buah Dengan Pendekatan Metode Analytical Hierarchy Process ( AHP ) Dan TOPSIS : Studi Kasus Pada Perusahaan Retail. Jurnal Teknik Dan Ilmu Komputer, (November 2013), 48–58.

Ngatawi, & Setyaningsih, I. (2011). Analisis Pemilihan Supplier Menggunakan Metode Analytic Hierarchy Process ( Ahp ). Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 10(1), 7–13.

Nofriansyah, D. (2015). Konsep Data Mining Sistem Pendukung Keputusan (I). Medan: Deeppublish.

Pitoko, R. A. (2018). Kuartal I 2018, Nilai Investasi Sektor Manufaktur Tembus Rp 62,7 Triliun - Kompas.com. Retrieved August 8, 2018, from https://ekonomi.kompas.com/read/2018/05/26/141026626/kuartal-i-2018-nilai-investasi-sektor-manufaktur-tembus-rp-627-triliun

Rimantho, D., & Cahyadi, B. (2017). Pemilihan Supplier Rubber Parts Dengan Metode Analytical Hierarchy Process Di PT . XYZ. Jurnal Rekayasa Sistem & Industri, 6(2), 93–104. https://doi.org/10.26593/jrsi.v6i2.2094.93-104

Sulistiana, W., & Yuliawati, E. (2012). Analisis Pemilihan Supplier Bahan Baku Dengan Metode Fahp. Jurnal Teknik Industri, 12(20). https://doi.org/10.1007/s13398-014-0173-7.2

Taufik, R., Sumantri, Y., & Farela, C. T. (2014). Penerapan Pemilihan Supplier Bahan Baku Ready Mix Berdasarkan Integrasi Metode AHP dan TOPSIS ( Studi Kasus Pada PT Merak Jaya Beton , Malang ). Jurnal Rekayasa Dan Manajemen Sistem Industri, 2(5), 1067–1076.

Yeh, C. (2002). A Problem‐based Selection of Multi‐attribute Decision‐making Methods. Research, International Transaction in Operasional, 9(2), 169–181. https://doi.org/https://doi.org/10.1111/1475-3995.00348




DOI: https://doi.org/10.31311/ji.v6i1.4399

##submission.license.cc.by4.footer##

 dipublikasikan oleh LPPM UBSI
Jl. Kamal Raya No. 18 Cengkareng, Jakarta Barat