Analisis Pengangguran dan Pertumbuhan Ekonomi sebagai Akibat Pandemi Covid-19

Siti Indayani, Budi Hartono

Abstract


Pengangguran dan pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu indikator ekonomi makro. Artikel ini membahas tentang permasalahan pengangguran dan pertumbuhan ekonomi negara Indonesia pada masa Pandemi Coronavirus 2019 (Covid-19) melanda. Tujuan dari penulisan artikel adalah untuk melihat dan mengasumsikan seberapa besar tingkat pengangguran di Indonesia dan seberapa besar penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada awal tahun 2020 terutama saat terjadi Pandemi Covid-19. Artikel ini ditulis menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan penelitian kepustakaan. Dari hasil analisis menunjukan bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia dapat diukur melalui peningkatan atau penurunan produk domestik bruto (PDB/GDP) yang dihasilkan suatu negara, karena indikator yang berhubungan dengan jumlah pengangguran adalah GDP. Pada masa pandemi Covid-19 ini pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami penurunan. Pelambatan pertumbuhan ekonomi saat wabah coronavirus menyerang menjadi sebesar 2,97% (year on year). Sedangkan pengangguran mengalami peningkatan akibat terjadi pemutusan hubungan kerja. Sejumlah 212.394 pekerja yang terkena PHK. Dengan adanya penurunan tingkat pertumbuhan ekonomi tersebut, maka tingkat pengangguran di Indonesia juga mengalami kenaikan. Sehingga, kenaikan jumlah pengangguran dapat mengakibatkan defisit anggaran negara bertambah. Peningkatan defisit yang dialami Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020 hingga menjadi sebesar 6,27% diukur dari produk domestik bruto (PDB).


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.31294/jp.v18i2.8581

 dipublikasikan oleh LPPM Universitas Bina Sarana Informatika Jakarta

Jl. Kramat Raya No.98, Kwitang, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10450
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License