PENGEMBANGAN ATRAKSI WISATA PANTAI TANJUNG PENDAM SEBAGAI DAYA TARIK WISATA

Syntia Novianti, Oda I. B. Hariyanto

Sari


ABSTRAK

Belitung merupakan daerah tujuan wisata yang cukup popular dengan segala potensi yang dimilikinya, terkenal karena keindahan alam serta keanekaragaman budayanya. Pantai Tanjung Pendam merupakan satu-satunya pantai yang ada di Kota Tanjungpandan yang memiliki potensi wisata alam yang layak untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata. Pantai Tanjung Pendam berada di 0 km kota Tanjungpandan dengan luas sekitar 22 hektar. Berhadapan dengan pantai ini terdapat pulau kalamoa, didalamnya ada tempat peribadatan masyarakat Thionghoa. Pemandangan yang indah dengan hamparan pasir putih yang terdapat disekitar pantai ini menjadi daya tarik tersendiri serta letaknya yang strategis. Metode dari penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini, penulis mengidentifikasi potensi-potensi atraksi wisata apa saja yang dimiliki oleh Pantai Tanjung Pendam, selanjutnya menganalisa potensi-potensi tersebut melalui pedoman wawancara yang ditanyakan langsung kepada informan subjek penelitian yaitu pihak Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Belitung dan UPTD Taman Hiburan. Sehingga dari hasil tersebut didapatkan hasil penelitian, bahwa Pantai Tanjung Pendam memiliki potensi yaitu potensi wisata alam, budaya, dan buatan. Sehingga menghasilkan konsep event-event atraksi wisata alam, budaya, dan buatan yang harusnya bisa rutin diadakan di kawasan Pantai Tanjung Pendam. Penelitian ini juga menghasilkan konsep pengembangan atraksi Pantai Tanjung Pendam untuk menarik minat wisatawan agar menjadi daya tarik wisata unggulan di Belitung.

 

Kata Kunci : Pengembangan, Atraksi Wisata Pantai, Wisata Unggulan.

 

ABSTRACT

Belitung is tourism destination area which quite popular with all of it’s potention. Tanjung Pendam beach is the only beach located  in Tanjung pandan city which have natural tourism potention that suitable to be develop as tourism region. Tanjung Pendam beach is located at 0 Km from Tanjungpandan beach with broad about 22 hectare. Be faced with this beach there is Calamoa Island, In the inside  there are place for act of devotion for Society of Thionghoa. Beautiful scenery with spread out area of white sand which is located in around this beach became attractiveness itself and it’s located that strategic. The Method of this research is descriptive Method with Phenomenological Qualitative. In this research, author identified potentions tourism attraction that own by Tanjung Pendam, after analize those potentions through manual interview that asked directly to the research informan subject which is Official Government of Tourism and Creative conomic Regency of Belitung and UPTD Taman Hiburan. Until from the result get result of Research, that Tanjung Pendam beach have potention like tourism nature,culture,and made in. With the result that produce events concept  attraction nature tourism,culture, and made in that supposed can be routinely be held in Tanjung Pendam beach area. This research also produce attraction development concept Tanjung Pendam beach for  attractive the interest of the tourist to became attractive considered superior in Belitung.

 

Keywords: Development, Tourism atractions, Considered Superior.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


A, Yoeti. (2009). Pengantar Ilmu Pariwisata. Bandung: Angkasa.

Amelia, Riskika. (2013). Pengembangan Atraksi Wisata Pantai Nongsa Sebagai Kawasan Bahari di Kota Batam. Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung.

Damardjati, (2007). Istilah-istilah Dunia Pariwisata. Jakarta: Pradya Paramita.

Fadillah, Nur. (2012). Pengembangan Atraksi Wisata Pantai Tanjung Kelayang Belitung Berdasarkan Persepsi Wisatawan. Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung.

Fitriana, Ledy. (2007). Penataan dan Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Tanjung Pendam di Kabupaten Belitung. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Ismayanti, (2010). Pengantar Pariwisata. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Muakhor, Adam. (2008). Strategi Pengembangan Objek Wisata Pantai Randusanga Indah Kabupaten Brebes. Universitas Diponegoro. Semarang.

Muljadi, (2014). Kepariwisataan dan Perjalanan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Peraturan Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.37/UM.001/MKP/07 Tentang Kriteria dan Penetapan Destinasi Pariwisata Unggulan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata

Sugiyono, (2015). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sunaryo, Bambang. (2013). Kebijakan Pembangunan Destinasi Pariwisata. Yogyakarta: Gava Media.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun (2009) Tentang Kepariwisataan

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun (1990) Tentang Kepariwisataan wires. Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall.




DOI: https://doi.org/10.31311/par.v3i1.906

Dipublikasikan oleh LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Jl. Kramat Raya No.98, Kwitang, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10450
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License