DAMPAK SOSIAL BUDAYA PARIWISATA: MASYARAKAT MAJEMUK, KONFLIK DAN INTEGRASI SOSIAL DI YOGYAKARTA

Firdaus Yusrizal, Agung Yoga Asmoro

Sari


ABSTRAK

 

Pariwisata telah menjadikan Yogyakarta sebagai salah satu provinsi paling majemuk di Indonesia. Kemajemukan menyimpan bahaya laten, berupa potensi gesekan pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengungkap perkembangan pariwisata di Yogyakarta serta dampak sosial budaya yang mengikutinya dengan fokus kepada faktor yang mendorong terwujudnya integrasi sosial masyarakat Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian terapan social impact ini adalah eksploratori kualitatif, yang dilakukan dalam rentang waktu satu tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi komprehensif, in-depth interview, dokumentasi, komparasi historis, serta didukung data kuantitatif non-reaktif. Selanjutnya, analisa penelitian lebih banyak ditekankan pada analisis literatur yang dilakukan secara deskriptif. Kemajemukan di Yogyakarta ada semenjak dulu, perkembangan pariwisata semakin mempertegas kemajemukan masyarakat. Interaksi sosial yang terjadi  berujung pada konflik sosial atau terciptanya integrasi sosial di masyarakat. Namun nilai kerukunan dan rasa hormat, serta budaya gotong royong ditambah dengan figur positif dari Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X telah mampu memperkecil konflik yang terjadi selama ini.

 

Kata kunci: Dampak Sosial Budaya; Masyarakat Majemuk; Konflik Sosial; Integrasi Sosial; Pariwisata; Yogyakarta

 

ABSTRACT

 

Tourism makes Yogyakarta one of the most diverse provinces in Indonesia. Pluralism holds latent threats in the form of potential animosities in society. This study aims to uncover the tourism development in Yogyakarta and its socio-cultural impact, focusing on factors that encourage the social integration of the people. The method in these applied social impact research is qualitative exploratory, carried out in one year. Data collection is carried out with comprehensive observation, in-depth interviews, documentation, historical comparison, and supported by non-reactive quantitative data. Furthermore, we emphasized the research in the analysis of literature. Pluralism in Yogyakarta has always existed. Tourism development further increased diversity. Social interactions that occur will lead to social conflict or the creation of social integration in society. However, the value of harmony, respect, and cooperation culture, coupled with a definite figure from the King of Yogyakarta, has been able to minimize conflicts in the community.

 

Keywords: Socio-Cultural Impacts; Pluralism; Social conflicts; Social Integration; Tourism; Yogyakarta



Kata Kunci


Socio-Cultural Impacts; Pluralism; Social conflicts; Social Integration; Tourism; Yogyakarta

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ahimsa-Putra. (2018, Oktober 19). Integrasi Nasional dan Ancaman yang Dihadapi. Kuliah Umum Antropologi Koentjaraningrat Memorial Lecture XV. Jakarta.

Ahimsa-Putra, H. S. (2010). Pariwisata Di Desa Dan Respon Ekonomi: Kasus Dusun Brayut di Sleman, Yogyakarta. Patrawidya Vol 12, No.4, 635-659.

Ahimsa-Putra, H. S., & Raharjana, D. T. (2001). Dampak Sosial Budaya Pembangunan Pariwisata. Jurnal Nasional Pariwisata Vol.1 No.1, p.5-9.

Ahnaf, I., & Salim, H. (2017). Krisis Keistimewaan: Kekerasan Terhadap Minoritas Di Yogyakarta.

Arifin, E. N. (2018, Januari 24).

http://sosiologi.fisipol.ugm.ac.id/2018/01/24/yogyakarta-masuk-dalam-lima-besar-internal-migrasi-tertinggi-di-indonesia/. Diambil kembali dari http://ugm.ac.id.

Arkanudin. (2012, April 26). http://prof-arkan.blogspot.com/2012/04/hubungan-sosial-dalam-masyarakat.html. Diambil kembali dari http://blogspot.com.

Balairungpress.com. (2017, Maret 4).

http://www.balairungpress.com/2017/03/konflik-dalam-pembangunan-pariwisata-yogya/. Diambil kembali dari http://www.balairungpress.com.

Basri, S. (2012, April). http://setabasri01.blogspot.com/2012/04/indonesia-adalah-masyarakat-majemuk.html. Diambil kembali dari http://blogspot.com.

Cohen, E. (1984). The Sociology of Tourism: Approeches, Issues, and Finding. California. Annual Review of Sociology, Vol. 10.

Cooper, C., & Fletcher, J. (1993). Tourism Principles and Practice.

Coser, L. A. (1957). Social Conflict and the Theory of Social Change. The British Journal of Sociology, Vol. 8, No. 3. , p.197 - 207.

Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta. (2018). Statistik Kepariwisataan Jogja 2017. Yogyakarta.

Donaldson, R. (2009). The Making of Tourism-Gentrified Town: Greyton, South Africa. Geography Vol.4 Part. 2, 88 - 99.

Ernas, S., & Qodir, Z. (November 2013). Agama dan Budaya dalam Integrasi Sosial (Belajar dari Pengalaman Masyarakat Fakfak di Propinsi Papua Barat) . Jurnal Pemikiran Sosiologi Volume 2 No.2, p.43 - 58.

https://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/15/04/28/nnip0t-diy-diminta-perketat-perekrutan-tenaga-kerja-asing. (2015, April 15). Diambil kembali dari https://republika.co.id.

https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-4255606/sedekah-laut-dibubarkan-sosiolog-ugm-bisa-ciptakan-konflik-sosial. (2018, Oktober 14). Diambil kembali dari www. detik.com.

Juningsih, L. (2015, April 27). Multikulturalisme Di Yogyakarta Dalam Perspektif Sejarah. Seminar Dies ke-22 Fakultas Sastra “Pergulatan Multikulturalisme di Yogyakarta dalam Perspektif Bahasa, Sastra, dan Sejarah” . Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Kartodirdjo, S. (1987). Gotong Royong: Saling Menolong Dalam Pembangunan Masyarakat Indonesia. Dalam N. Callete, & U. Kayam, Kebudayaan Dan Pembangunan Sebuah Pendekatan Terhadap Antropologi Terapan Di Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor.

Kusumaningrum, A. S., Evi, Z., A"Yun, M. Q., & Fadhilah, L. N. (2015). Gotong Royong Sebagai Jati Diri Indonesia. PROCEEDING SEMINAR NASIONAL “Selamatkan Generasi Bangsa dengan Membentuk Karakter Berbasis Kearifan Lokal” .

Maiz, Y., Purwanto, A., & Tasik, F. C. (2019). Integrasi Sosial Antara Masyarakat Pendatang Dengan Masyarakat Setempat Di Desa Trans Kecamatan Sahu Timur. Jurnal HOLISTIK, Vol. 12 No. 1, Januari - Maret, p 1-19.

Nasikun. (2006). Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Neuman, W. L. (2014). Social Research Methods; Qualitative and Quantitative Approaches Seventh Edition. In Pearson. http://arxiv.org/abs/1210.1833%0Ahttp://www.jstor.org/stable/3211488?origin=crossref%0Ahttp://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12655928

Oktafiyanti, S. S. (2013). Dampak Sosial Budaya Interaksi Wisatawan Dengan Masyarakat Lokal Di Kawasan Sosrowijayan. Jurnal Nasional Pariwisata Vol 5 No. 3, (201 - 208).

Pemkab Sleman. (2019, Agustus 19).

http://www.slemankab.go.id/13288/pariwisata.slm. Diambil kembali dari http://www.slemankab.go.id.

Pitana, I. G., & Gayatri, P. G. (2015). Sosiologi Pariwisata. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Pramana, A. (2013, April 8th).

https://www.kompasiana.com/yunasekapramana/552e121a6ea8347e328b456b/jogja-kota-pelajar-atau-kota-wisata. Diambil kembali dari www.kompasiana.com.

Rahardjo, M. (2010). Metode Pengumpulan Data Penelitian Kualitatif (Materi Kuliah Metodologi Penelitian PPs. UIN Maliki Malang).

Ratulayn K.N, K. S. (t.thn.). https://kristokinoe.wordpress.com/2010/10/04/konsep-keselarasan-harmoni-dalam-budaya-masyarakat-jawa/. Diambil kembali dari www. wordpress.com.

Saunders, G. (1997). The Changing Face Of Nassau: The Impact of Tourism On Bahaman Society In The 1920s And 1930s. NWIG: New West Indian Guide / Nieuwe West-Indische Gids, Vol. 71, No. 1/2, P21-42.

Setara Institute. (2019, April 3).

https://www.suara.com/news/2019/04/03/163344/salib-dipotong-hingga-tolak-sedekah-laut-4-kasus-intoleransi-di-yogyakarta. Diambil kembali dari www.suara.com.

Snepenger, D. J., Johnson, J. D., & Rasker, R. (1995). Travel-Simulated Entrepreneurial Migration. Journal Of Travel Researchs, 40-44.

Soekanto, S. (1990). Sosiologi Suatu Pengantar Ringkas, Edisi Baru. Jakarta: Rajawali Press.

suara.com. (2019, April 3). https://www.suara.com/news/2019/04/03/163344/salib-dipotong-hingga-tolak-sedekah-laut-4-kasus-intoleransi-di-yogyakarta. Diambil kembali dari https://www.suara.com.

Suharto, B. (2012). Hotel's Care for Local Community. International Journal of Hospitality & Tourism System, December 5th.

Tribun News. (2016, Maret 28). http://jogja.tribunnews.com/2016/03/28/sektor-pariwisata-modal-utama-ekonomi-yogyakarta. Diambil kembali dari http://jogja.tribunnews.com.

Tribun News. (2018, April 27). https://jogja.tribunnews.com/2018/04/27/tercatat-hanya-ada-106-tenaga-kerja-asing-di-diy?page=all. Diambil kembali dari https://jogja.tribunnews.com.

Van Beek, W. E. (2003). African Tourist Encounters: Effects of Tourism on Two West African Societies. Africa: Journal of the International African Institute, Vol. 73, No. 2 , 251 - 289.

viva.co.id. (2019, Agustus 25). https://www.viva.co.id/vbuzz/193675-sultan-di-mata-yogya-indonesia-dan-dunia. Diambil kembali dari www. viva.co.id.

Wardhana, H. (2015, Mei 9).

https://www.kompasiana.com/wardhanahendra/555312ff739773130cfa2b5c/sultan-yogyakarta-raja-yang-progresif-demokratis-dan-berwawasan-indonesia. Diambil kembali dari www.kompasiana.com.

www.tirto.id. (2019, April 12). https://tirto.id/yogya-istimewa-menyangkal-kekerasan-dan-diskriminasi-di-diy-dlW2. Diambil kembali dari https://tirto.id.

Zainuddin, M. (2004). Integrasi Antar Kelompok Etnis: Penelitian Terhadap Orang Jawa, Minang, dan Batak di Jogja, Tanah Karo, dan Padang. Yogyakarta: Fakultas Agama Islam Universitas Muhamadiyah Yogyakarta.




DOI: https://doi.org/10.31311/par.v7i2.8559

Dipublikasikan oleh LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Jl. Kramat Raya No.98, Kwitang, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10450
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License