ANALISIS MINAT WISATAWAN LOKAL TERHADAP TAMAN REKREASI DI TANGERANG SELATAN

Yustisia Kristiana, Liana Liana

Sari


Lokasi Tangerang Selatan yang strategis menciptakan peluang untuk mengembangkan daya tarik wisata yang lebih inovatif, termasuk taman rekreasi. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha untuk memahami minat wisatawan lokal terhadap taman rekreasi di Tangerang Selatan. Data dikumpulkan dari responden menggunakan kuesioner. Teknik sampling yang akan digunakan oleh penulis adalah nonprobability sampling dengan jenis convenience sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 300 responden. Metode analisis data adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisatawan memiliki minat yang cukup tinggi terhadap taman rekreasi yang memiliki unsur edukasi sebagai pilihan berwisata. Taman rekreasi yang berbasis teknologi dan memiliki fasilitas yang lengkap juga memegang peran besar dalam meningkatkan pengalaman berwisata. Penelitian ini meningkatkan pemahaman tentang pengalaman berwisata di taman rekreasi, potensi bisnis taman rekreasi di masa depan, dan dapat digunakan untuk meningkatkan pariwisata di Tangerang Selatan, Provinsi Banten.


Kata Kunci


daya tarik wisata, taman rekreasi, wisata edukasi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Immammudin, Ahmad Haritz (2016). Taman Hiburan Tematik (Theme Parks) di Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Atma Jaya.

Ismayanti (2010). Pengantar Pariwisata. Jakarta: PT Gramedia Widisarana Indonesia.

Kotler, P. T. dan Keller, K. L. (2011) Marketing Management, 14th ed. New Jersey: Pearson.

Kristiutami, Y. P. (2017). Pengaruh Keputusan Berkunjung Terhadap Kepuasan Wisatawan di Museum Geologi Bandung. Jurnal Pariwisata, Vol. 4(1), 53-61.

Leiper, N. (1990). Tourist attraction systems. Annals development: An analysis of the positive and of Tourism Research, 17(2), 367-384.

Morrison, Alastair M. (2010). Hospitality & Travel Marketing Fourth Edition. USA: Delmar.

Oliver, R. L. (1980). A Cognitive Model of the Antecedents and Consequences of Satisfaction Decisions. Journal of Marketing Research, Vol. 17(4), 460-469.

Peraturan Pemerintah, Nomor 50 Tahun 2011 Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010-2025.

Prodjo, Wahyu Adityo (1 Juli 2016). Kunjungan Taman Rekreasi Indonesia Masih Didominasi Wisnus. Kompas. Diakses dari https://travel.kompas.com/read/2016/07/01/060900727/Kunjungan.Taman.Rekreasi.Indonesia.Masih.Didominasi.Wisnus

Tohir, Jaisy Rahman (29 Desember 2018). Pengunjung Ocean Park Capai 3.000 Setiap Hari Libur, Tsumani Tak Berpengaruh. Tribunnews. Diakses dari http://jakarta.tribunnews.com/2018/12/29/pengunjung-ocean-park-capai-3000-setiap-hari-libur-tsunami-tak-berpengaruh#gref

Sekaran, U., & Bougie, R. (2016). Ressearch Methods for Business. United Kingdom: John Wiley & Sons.

Winarto (2016). Pengembangan Model Wisata Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal dengan Pendekatan Saintifik di Brebes Selatan Sebagai Alternatif Model Belajar Siswa Sekolah Dasar. Brebes: Dialetika.

Yuwanto, Endro (4 Mei 2016). Situ Gintung Pun Menanti Pengunjung. Republika. Diakses dari https://republika.co.id/berita/koran/urbana/16/05/04/o6n7k68-situ-gintung-pun-menanti-pengunjung




DOI: https://doi.org/10.31311/par.v6i2.5544

Dipublikasikan oleh LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Jl. Kramat Raya No.98, Kwitang, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10450
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License