Penerapan Aplikasi Penjualan Oleh-Oleh Secara Konsinyasi Berbasis Android

Eva Argarini Pratama, Corie Mei Hellyana, Fabriyan Fandi Dwi Imaniawan

Sari


Bisnis oleh-oleh khas daerah saat ini sedang populer. Banyak artis idonesia yang sudah berhasil dalam menjalankan bisnis oleh-oleh tersebut. Di sisi lain, sudah banyak kelompok masyarakat yang memproduksi makanan atau kerajinan khas daerah. Bukan berarti hanya menjual makanan tradisional tanpa memberikan modifikasi. Dengan sistem konsinyasi,  modal awal dapat ditekan sehingga bisa dipakai untuk keperluan lain. Namun kekurangan dari sistem ini adalah belum adanya sistem terkomputerisasi, sehingga para karyawan dituntut lebih teliti dalam pengolahan data dari toko yang satu ke toko lain agar tidak terjadi kesalahan. Dengan melihat perkembangan saat ini, banyak perusahaan  yang mulai menggunakan sistem penyimpanan digital salah satunya dengan menggunakan aplikasi mobile (android). Untuk itu dikembangkanlah aplikasi penjualan secara konsinyasi berbasis android dengan menggunakan  metode RAD (Rapid Application Development). Dengan adanya aplikasi berbasis android, diharapkan membantu perusahaan dalam mempercepat dan mempermudah proses pencatatan penjualan serta mempermudah pembuatan laporan yang lebih aktual.

Local souvenir business is currently popular. Many Indonesian artists have succeeded in running the souvenir business. On the other hand, there are already many groups of people producing regional foods or handicrafts. Not that it only sells traditional food without giving modification. With a consignment system, initial capital can be reduced so that it can be used for other purposes. But the drawback of this system is that there is no computerized system, so employees are required to be more careful in processing data from one store to another so that errors do not occur. By looking at current developments, many companies are starting to use digital storage systems, one of which is by using a mobile application (Android). For this reason, Android-based consignment sales applications are developed using the RAD (Rapid Application Development) method. With the Android-based application, it is expected to assist companies in accelerating and simplifying the process of recording sales and simplifying the making of more actual reports.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Aelulu, I., & Ummah, A. (2018). Jual Beli Kue Kering Dengan Sistem Konsinyasi Dalam Perspektif Hukum Islam (Studi kasus di UD Sri Rejeki Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas). Pu.

Hamdi, G., & Krisnawati. (2011). Membangun Aplikasi Berbasis Android “Pembelajaran Psikotes” Menggunakan App Inventor. JURNAL DASI Vol. 12 No. 4 DESEMBER 2011, 12(4), 28.

Novia. (2018). 7 Tips Memulai & Menjalankan Bisnis Oleh-Oleh Khas Daerah -.

Putra. (2019). Pengertian Android: Sejarah, Kelebihan & Versi Sistem Operasi Android.

Putri, M. P., & Effendi, H. (2018). Implementasi Metode Rapid Application Development Pada Website Service Guide “ Waterfall Tour South Sumatera .” Jurnal SISFOKOM, 07(02), 130–136.

Rommalla, S. (2019). 5 Strategi untuk Efisiensi Keuangan Perusahaan.

Sagala, J. R. (2018). Model Rapid Application Development (RAD) Dalam Pengembangan Sistem Informasi Penjadwalan Belajar Mengajar. Jurnal Mantik Penusa, 2(1), 87–90.

Saputra, A., & Anwar, S. N. (2017). Rancang Bangun Sistem Informasi Kasir Dengan Menerapkan Metode Akuntansi Konsinyasi. Prosiding SINTAK 2017, 270–276. Retrieved from https://docplayer.info/66878152-Rancang-bangun-sistem-informasi-kasir-dengan-menerapkan-metode-akuntansi-konsinyasi.html

Syahid. (2018). Membuka Bisnis Oleh-Oleh Khas Daerah.




DOI: https://doi.org/10.31294/ijcit.v5i2.7928

P-ISSN: 2527-449X E-ISSN: 2549-7421
Statistik Pengunjung Jurnal IJCIT
 

Dipublikasikan oleh LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Jl. Kramat Raya No.98, Kwitang, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10450
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License