Penerapan Manajemen Mutu Terpadu Untuk Menurunkan Reject Produksi Roti Bun di PT. SFP
Abstract
Semakin banyaknya persaingan usaha pada perusahaan roti menyebabkan perusahaan harus selalu meningkatkan mutu/kualitas produknya. Pemenuhan permintaan konsumen terhadap produk yang baik, membuat perusahaan harus selalu menjaga mutu, disamping harga yang sesuai dengan psikologis konsumen. Dalam industri roti, terutama roti bun, terdapat bebarapa hal yang dianggap reject produksi, diantaranya adanya bintik hitam, guratan putih, dan permukaan yang pecah pada bawah roti. Manajemen Mutu Terpadu (MMT) merupakan strategi yang digunakan perusahaan agar perusahaan menjadi efektif dengan keunggulan kompetitif. MMT akan mempengaruhi seluruh kegiatan, baik di dalam maupun di luar organisasi, mulai pemasok sampai dengan konsumen. Di dalam MMT, terdapat delapan langkah MMT dan beberapa alat MMT yang dapat digunakan untuk menurunkan reject roti bun tersebut .
Full Text:
PDFReferences
Gasperz, Vincen. (2001). Total Quality Management. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
Haming, Murdifin dan Mahfud Nurnajamuddin. (2017). Manajemen Produksi Modern, Operasi Manufaktur dan Jasa. Buku 2. Jakarta: Bumi Aksara
Ma’arif, Mohamad Syamsul dan Hendri Tanjung. (2003). Manajemen Operasi. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia
Nasution, M. Nur. (2015). Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Management). Bogor: Ghalia Indonesia
Render, Barry dan Jay Heizer. (2001). Prinsip-prinsip Manajemen Operasi. Jakarta: Salemba Empat
Siswanto, H. B. (2016). Pengantar Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara
DOI: https://doi.org/10.31294/jc.v18i1.3121
ISSN: 2579-3314


Dipublikasikan oleh LPPM Universitas Bina Sarana Informatika
Jl. Kramat Raya No.98, Kwitang, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10450

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License