HOMESTAY DESA WISATA DI INDONESIA – Bagaimana Persepsi Masyarakat Kota?

lestari ningrum

Sari


Saat akan berlibur, wisatawan cenderung memilih destinasi wisata dan akomodasinya. Di destinasi desa wisata, akomodasi yang tersedia adalah homestay. Selain menawarkan harga yang lebih murah, homestay juga memberikan kesempatan kepada wisatawan untuk mengenal lebih banyak dalam budaya dan kebiasaan dari warga setempat. Penelitian ini dilakukan untuk melihat persepsi masyarakat yang tinggal di perkotaan di wilayah Indonesia tentang homestay di desa wisata yang ada di Indonesia.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan survey berbasis media sosial. teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara acak (probability sampling) sesuai area (cluster) responden yang tinggal di kota dan di dapat sebanyak 707 responden. Untuk menjawab tujuan penelitian di gunakan uji deskriptif statistik.

Hasil penelitian menyatakan bahwa mayoritas usia responden adalah 20-30 tahun, berjenis kelamin wanita, bekerja sebagai pegawai/karyawan dengan frekuensi berlibur 2 kali setahunnya bersama keluarga dan destinasi desa wisata di Pantai Indonesia. Secara keseluruhan persepsi masyarakat kota tertarik dengan homestay dengan perolehan nilai rata-rata (3.0)

 


Kata Kunci


Persepsi, Homestay, Desa Wisata

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Amirruding Abu. (2009). Strategies for the successful marketing of homestay programme: some useful lessons, International Seminar on Community based Tourism: Learning From the homestay Programme in Malaysia, Towards Developing a sustainable Community Based Tourism: Issues, Impacts & Opportunities. 4-16 August 2009, Hotel UiTM, Shah Alam Selangor Malaysia.

Aw, Suranto. (2010). Komunikasi Interpersonal. Yogyakarta: Graha Ilmu.

__________. (2011). Komunikasi Interpersonal. Yogyakarta: Graha Ilmu.

CNN Indonesia. (19 Mei 2017). Kementerian PUPR Dorong Pembangunan Homestay Desa

Wisata. Di unduh dari https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170519143808-307-215963/kementerian-pupr-dorong-pembangunan-homestay-desa-wisata, pada 25 Januari 2019

Dwianthony.Pradikta. (4 November 2016). 7 Alasan Liburan Bareng Lebih Baik Daripada Sendirian. Diunduh dari https://www.skyscanner.co.id/berita/alasan-liburan-bareng-lebih-baik-daripada-sendirian, pada 25 januari 2019.

Gunawan. (18 Desember 2016). 3 Karakteristik Generasi Milenial Saat Traveling. Diunduh dari Sripoku.com dalam Kompas Travel. http://palembang.tribunnews.com/2016/12/18/3-karakteristik-generasi-milenial-saat-traveling, pada 24 Januari 2019

Ghozali, Imam. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Jamaludin, Mariam, Norain Othman dan Abdul Rahim Awang, (2010). Community Based Homestay Programme:A Personal Experience. Procedia - Social and Behavioral Sciences 42 ( 2012 ) 451 – 459. Published by Elsevier B.V. Open access under CC BY-NC-ND license.doi: 10.1016/j.sbspro.2012.04.210

Available online at www.sciencedirect.com.

Kasuma,Jati, Mohammed Irsyad Esmado, Yusman Yacob, Agnes Kanyan and Hawa Nahar.(2016). Tourist Perception Towards Businesses:Sabah Experience. Journal of Scientific Research and Development 3 (2): 7-12. ISSN 1115-7569. www.jsrad.org

Kertajaya, Hermawan. (2009). New Wave Marketing. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

L. Ningrum, A Hendradewi and N Nurbaeti. (2018). Healty Rural Tourism with Good Management in Penglipuran Bali – Indonesia. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 145 (2018) 012068. doi :10.1088/1755-1315/145/1/012068

Lenggogini,Sari. (18 Desember 2017). Memahami Selera Wisatawan Milenial, diunduh dari https://travel.kompas.com/read/2017/12/18/193326627/memahami-selera-wisatawan-milenial?page=all.. Kompas.com, pada 24 Januari 2019.

Nawijn.Jeroen. (2010). Vacationers Happier, but most not Happier After Holiday. Applied Research Quality Life (2010) 5:35-47. DOI 10.1007/s11482-009-9091-9.

Rachman, Vicky. (4 April 2017). Proyek Besar Kemenpar: Bangun 100 Ribu Homestay Desa Wisata. Di unduh dari SWA. https://swa.co.id/swa/trends/proyek-besar-kemenpar-bangun-100-ribu-homestay-desa-wisata, pada 25 Januari 2019.

Retno Prameswari, Dewi, Ardhyanto, Athina dan E. Kusuma, Hanson. (2018). Korespondensi Motivasi Pengunjung dan Karakteristik Desa Wisata. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia vol. 7. 10.32315/jlbi.7.1.24.

Sita, Sharon Esther Donny and Nor Ashikin Mohd Nor. (2015). Degree of Contact and Local perceptions of Tourism Impacts: A Case Study of Homestay Programme in Sarawak. Procedia - Social and Behavioral Sciences 211 ( 2015 ) 903 – 910. Published by Elsevier Ltd. This is an open access article under the CC BY-NC-ND license doi:10.1016/j.sbspro.2015.11.119. Available online at www.sciencedirect.com

(http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0/)

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta

________. (2004). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung : Alfabeta.

Sugiarto, T. Hendratono, D. Sudibyo. (2015). Metodologi Penelitian Hospitaliti & Pariwisata. Tangerang : PT. Matana Publishing Utama

Surya. (15 Januari 2017). Tren Wisatawan Banyuwangi Kini Lebih Suka Menginap di Homestay. Di unduh dari Tribun-Bali.com. http://bali.tribunnews.com/2017/01/24/tren-wisatawan-banyuwangi-kini-lebih-suka-menginap-di-homestay?page=2. Pada 24 Januari 2019.

Walgito, Bimo. (2010). Pengantar Psikolog Umum. Yogyakarta : C.V Andi Offset

Yue.X.D. (2016). Adult Playfulness Humor Styles, and Subjective Happiness. Journal of Psychological Reports.p.2-11.




DOI: https://doi.org/10.31311/par.v6i1.5113