Pengukuran Indikator Pengembangan Ekowisata dan Kualitas Perangkat Lunak Sistem Informasi

Rusda Wajhillah, Agung Wibowo, Andi Riyanto

Sari


Jawa Barat sebagai salah satu provinsi di Indonesia memiliki potensi wisata yang sangat besar namun belum dikelola secara maksimal. Salah satu daerah di Jawa Barat yang memiliki potensi wisata adalah Kabupaten Sukabumi. Fakta yang ada, Kabupaten Sukabumi hanya menempati urutan ke 6 (enam) dari Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Barat dalam hal jumlah kunjungan wisatawan. Jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Sukabumi selama tahun 2016 adalah 2.081.964 wisatawan, yang terdiri dari 49.985 wisatawan mancanegara dan 2.031.989 wisatawan domestik(BPS, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Obyek Wisata Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Barat, 2016).Taman Pesisir Pantai Penyu Pangumbahan adalah sebuah kawasan ekowisata yang terletak di Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi.Sebagai salah satu destinasi ekowisata yang cukup menarik, promosi kawasan tersebut telah didukung menggunakan web sipenyu.id.Pengelolaan website sipenyu belum secara aktif melibatkan pengunjung dan masyarakat lokal yang ada di kawasan tersebut, hal ini tentu kontradiktif dengan tujuan ekowisata itu sendiri yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas daya tarik wisata dan mampu menggerakkan perekonomian daerah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik survey yaitu menyebarkan kuesioner kepada responden secara acak (Simple Random Sampling), sedangkan metode yang digunakan untuk pengukuran perangkat lunak menggunakan COBIT 5. Hasil yang diperoleh dari indikator sikap penerimaan wisatawan dan masyarakat lokal terhadap Pengembangan Kawasan Ekowisata (PKE) konservasi penyu Pangumbahan menunjukkan bahwa harapan atas realisasi pengembangan kawasan cukup tinggi yaitu sebesar 27,19% dan sistem informasi sipenyu berada pada level largelly achieved.


Kata Kunci


COBIT 5, Ekowisata, Penyu, Indikator

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Administrator. (2012, June). Pengelolaan Penyu di Indonesia. Dipetik Juni 30, 2018, dari Kementerian Lingkungan Hidup - Republik Indonesia: http://www.menlh.go.id/pengelolaan-penyu-di-indonesia/

BPS. (2016). umlah Kunjungan Wisatawan ke Obyek Wisata Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Dipetik 2018, dari Balai Pusat Statistik: https://jabar.bps.go.id/statictable/2018/03/23/475/jumlah-kunjungan-wisatawan-ke-obyek-wisata-menurut.html

BPS. (2017). Sukabumi Dalam Angka. Sukabumi: Balai Pusat Statistik.

Dawes, J. (2008). Do Data Characteristics Change According to the number of scale points used? An experiment using 5-point, 7-point and 10-point scales. International Journal of Market Research, 61-77.

Elrahman, A. (2018, Juli 5). Tata Kelola Konservasi Penyu. (A. Riyanto, Pewawancara)

ISACA. (2012). COBIT 5: Process Assesment Model. Schaumburg: ISACA.

J.A. McCall, P. R. (1977). Factors in Software Quality. Tehnical Report RADC-TR-77-369, US Department of Commerce.

Kameo, D. D. (2017, July 25). Opini : NTT Dan ‘FROG LEAP’ PERINGKAT DAYA SAING PARIWISATA INDONESIA. Diambil kembali dari http://www.victorynews.id: http://www.victorynews.id/opini-ntt-dan-frog-leap-peringkat-daya-saing-pariwisata-indonesia/

KEMDAGRI. (2009). PERMEN No.33 Tentang Pedoman Pengembangan Ekowisata. Jakarta: Kementerian Dalam Negeri.

Likert, R. (1932). A Technique for the Measurement of Attitudes. Archives of Psychology.

Nawawi, A. (2013). PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN WISATA PANTAI DEPOK DI DESA KRETEK PARANGTRITIS. Jurnal Nasional Pariwisata, 103-109.

Parno. (2013, Februari 20). Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dipetik Juli 18, 2018, dari Potensi Wisata Jabar Sangat Lengkap: http://jabarprov.go.id/index.php/news/6018/Potensi_Wisata_Jabar_Sangat_Lengkap

Supriadi, B. (2017). Pengembangan Ekowisata Pantai Sebagai Diversifikasi Mata Pencaharian. Jurnal Pariwisata Pesona, 1-20.




DOI: https://doi.org/10.31311/par.v5i3.4508