Pembuatan Meringue Pavlova Mengunakan Air Rendaman Kacang Chickpeas Sebagai Pengganti Putih Telur

Chairul Salim, Vienna Artina Sembiring, Yonathan Raditya

Sari


Abstrak
Meringue adalah campuran dasar putih telur yang dikocok bersama gula hingga mengembang. Teksturnya yang creamy membuatnya menjadi favorit bagi terciptanya beberapa produk pastry lainnya seperti pavlova, mousse, baked alaska, macaron, souffle, dacquoise dan bahkan sponge cake. Pavlova adalah makanan penutup yang terbuat dari meringue lalu diisi dengan pastry cream dan dihias dengan menggunakan stroberi dan atau kiwi dan markisa pure. Meski menggunakan putih telur, sebenarnya masih ada sekelompok orang yang belum bisa menikmati produk meringue dan olahan yang lezat. Beberapa dari orang-orang yang alergi terhadap telur atau yang mengadopsi gaya hidup vegan. Alergi telur biasanya disebabkan oleh kandungan protein telur yang terkandung dalam albumin. Chickpea memiliki kandungan gizi yang unik dibandingkan dengan kacang polong dan produk nabati lainnya, dalam buncis mengandung protein dengan proporsi lebih tinggi sekitar 17% -30%. Kandungan protein lain yang juga ditemukan pada buncis adalah albumin dan globulin. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode penelitian eksperimental. Dalam penelitian eksperimental ini, perancangan eksperimental yang dilakukan adalah pemanfaatan kacang tanah kacang tanah sebagai pengganti putih telur dalam pembuatan meringue pavlova. Perlakuan yang diberikan hanya satu yaitu 100% pengganti putih telur dengan kacang kacang kacang 100% sebagai bahan utama pembuatan pavlova meringue. Meringue pavlova yang terbuat dari 100% buncis memiliki kualitas yang bersaing dengan meringue pavlova yang terbuat dari 100% putih telur dan bisa diterima dengan baik oleh konsumen.

Keywords: Meringue, Chickpeas, Pavlova

Abstract
Meringue is a basic mixture of egg whites whipped together with sugar until fluffy. Creamy texture makes it a favorite for creation into several other pastry products like pavlova, mousse, baked alaska, macaron, souffle, dacquoise and even sponge cake. Pavlova is a dessert made from meringue then filled with pastry cream and decorated using strawberries and or kiwi and passion fruit purée. Although using egg whites, in fact there are still a group of people who have not been able to enjoy the delicious meringue and processed products. Some of these people who are allergic to eggs or who are adopting a vegan lifestyle. Egg allergy is commonly caused by the protein content of eggs contained in albumin. Chickpeas has a unique nutritional content compared with other legumes and vegetable products, in chickpeas contained protein with a higher proportion of about 17% -30%. Other protein content also found in chickpeas is albumin and globulin. In this research the method used is experimental research method. In this experimental study the experimental design carried out was the utilization of chickpeas peanut water in lieu of egg white in the manufacture of meringue pavlova. The treatment provided is only one that is 100% egg white replacement with 100% water chickpeas peanuts as the main ingredient of making meringue pavlova.Meringue pavlova which made from 100% chickpeas water have a quality that compete with meringue pavlova which made from 100% egg white and can be accepted well by consumer.

Kata Kunci


Meringue, Chickpeas, Pavlova

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Alexander, S. (2004). The Cook’s Companion. Melbourne: Penguin Books Australia.

Alleoni, A. C. C. (2006). Albumen Protein And Functional Properties of Gelation and Foaming. Vol. 63. No. 3. P. 291-298.

Darwin, P. 2013. Menikmati Gula Tanpa Rasa Takut. Yogyakarta . Sinar Ilmu.

Gardner, R. (1989). More Ideas for Science Projects (Experimental Science). London: Franklin Watts.

Hermanssom, A.M.1979. Aggregation and Denaturation Involved in GeFormation. In: Sherman. P. Food Texture and Rheology. New York.

Karsono, S. (1999). Dalam: Abstrak Hasil Penelitian Pertanian Komoditas Tanaman Kacang-Kacangan. Bogor: Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian.

Kurniawan, I. (1991). Pengaruh Penambahan Asam atau Garam Asam Terhadap Daya dan Kestabilan Buih Putih Telur Itik Tegal Umur Satu dan Empat Belas Hari. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Labensky, S. R. et al. (2005). Onbaking a Textbook of Baking and Pastry Fundamentals. New Jersey: Pearson Prentice Hall.

Marwanto. (2014). Rekayasa Alat Pemeras Air Jeruk Siam dengan Sistem Ulir. Sambas: Poltesa.

Pittaway, J. (2006). Chickpeas and Human Health The Effect of Chickpea Consumption on Some Physiological and Metabolic Parameters. Tasmania: University of Tasmania.

Sirait, C. H. (1986). Telur dan Pengolahannya. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan.

Smallwood, J. C. (2014). Egg Allergy. kidshealth.org/en/teens/egg-allergy.

Ulupi, N. et al. 2007. Daya dan Kestabilan Buih Putih Telur Ayam Ras Pada Umur Telur dan level Penambahan Cream of Tartar Yang Berbeda. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Wallace, T. C. et al. (2016). The Nutritional Value and Health Benefits of Chickpeas and Hummus. Nutrients 2016. 8. 766.




DOI: https://doi.org/10.31294/par.v5i1.2449

Dipublikasikan oleh LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Jl. Kramat Raya No.98, Kwitang, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10450
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License