Analisa Minat Wisata Museum Kota Bandung

Ani Solihat, Maxsi Ary

Sari


ABSTRAK

Museum merupakan tempat kumpulan benda-benda sejarah sebagai bukti yang harus diketahui oleh masyarakat, khususnya generasi baru sebagai suatu pembelajaran terhadap sejarah. Di Kota Bandung terdapat sejumlah museum diantaranya Museum Geologi, Museum Konferensi Asia Afrika, Museum Mandala Wangsit Siliwangi, Museum  Pos, Museum  Negeri Sri Baduga, dan Museum Barli. Ke-6 museum tersebut dikelola oleh pihak pemerintah dan swasta. Sampai saat ini minat wisatawan yang datang ke Kota Bandung hanyalah wisata belanja, kuliner, dan wisata kota, hal ini tidak signifikan dengan minat wisatawa edukasi pada  museum di Kota Bandung. Sejak tahun 2014 Kota Bandung banyak dilakukan pembenahan di berbagai tempat seperti, taman-taman, Alun-Alun  Kota Bandung, jalanan seperti Braga sebagai salah satu objek wisata tempo dulu, kawasan Dago, termasuk wilayah Asia Afrika yang dijadikan sebagai tempat Konferensi Asia Afrika ke-50, hal ini salah satu magnet meningkatkan para wisatawan untuk mengunjungi Kota Bandung. Bertambahnya para wisatawan seharusnya merupakan potensi besar bagi pemerintah Kota Bandung dalam meningkatkan minat kunjungan pada museum sebagai sarana wisata edukasi dan sejarah. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasikan seberapa besar minat wisatawan Kota Bandung dalam mengunjungi museum di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif deskriptif sedangkan responden pada penelitian ini adalah wisatawan Kota Bandung yang berada di area kawasan wisata belanja, wisata kuliner, dan wisata kota. Hasil penelitian  menunjukan bahwa minat para wisatawan Kota Bandung sangat rendah dalam mengunjungi museum di Kota Bandung.

Kata kunci : Pariwisata, Minat Konsumen, Wisata Museum 

 

ABSTRACT

Museum is a collection of historical objects as evidence that should be known by the public, especially the new generation as a study of the history. In Bandung there are a number of museums including the Geology Museum, Asian-African Museum, Mandala Wangsit Siliwangi Museum, Post Museum, Sri Baduga Museum, and Barli Museum. All six of the museum managed by the government and private parties. Until now the interest of tourists who come to the city of Bandung is just shopping, dining and tours of the city, it is not significant to the interests wisatawa education at the museum in the city of Bandung. Since 2014 Bandung many improvements done in various places, such as parks, Square Bandung, street like Braga as one of the attractions of the past, Dago, including the Asian-African region serve as a place Asian-African Conference ke- 50, it is one of the magnets increase the tourists to visit the city of Bandung. Increasing the tourists should have a great potential for the government of Bandung in increasing interest in the visit to the museum as a means of travel and history education. The purpose of this study was to identify how big tourist interest in visiting Bandung museums. The method used in this research is descriptive quantitative method, while respondents in this study is that Bandung tourists, which is in the area of shopping area, culinary tours, and city tours. The results showed that the interest  Bandung tourists is very low in visiting the museum in the Bandung city. 

Keyword : Tourism, Consumer Interest, Museum Tours


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abdullah, Thamrin. (2003). Manajemen Produksi dan Industri Kecil. Jakarta : Pusat Penerbit Universitas Terbuka

Bearman, Barry; Evans, Joel R. (2002). Retail Management: A Strategic Approach . Prentice Hall, Englewood Cliffs

Yuliansyah, H. (2014). Pengembangan Pemasaran Reza Bakery Dan Kualitas Layanan Dalam Meningkatkan Minat Beli Konsumen. Ecodemica, 2(2), 211-221.

Kotler, Philip. (2003). Marketing Management. Elevent Edition. New Jersey: Penerbit Prentice Hall. Inc. Alih Bahasa Benyamin Molan, (2005). Manajemen Pemasaran Edisi 11. Jakarta: Penerbit PT. Indeks

Schiffman & Kanuk. (2004) Perilaku Konsumen (edisi 7). Jakarta : Prentice Hall

Sedarmayanti. (2014) Membangun dan Mengembangkan Kebudayaan dan Industri Pariwisata. Bandung; PT Refika Aditama

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta

Sugiyono. (2005). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta

www.disparbud.jabarprov.go.id

www.bandung.go.id

http://regional.kompas.com




DOI: https://doi.org/10.31311/par.v3i2.1517