Agriculture and Ritual: Pola Komunikasi Ritual Slametan Musim Tanam Padi di Ngemplak, Sambikerep, Surabaya

Sri Handayani

Sari


Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan perspektif ritual. Perseptif ini berpandangan bahwa komunikasi bukan pengiriman atau proses transmisi pesan, melainkan sebagai representasi keyakinan bersama. Penelitian ini bertujuan untuk memotret pola komunikasi ritual “slametan” semasa musim tanam padi di desa Ngemplak, Sambikerep, Surabaya? Dengan fokus pertanyaan tersebut akan mendeskripsikan: (1) Rangkaian ritual slametan semasa musim tanam padi; (2) Simbol dalam sajian ritual slametan semasa musim tanam padi; (3) Place and Time Setting dalam ritual slametan semasa tanam padi; dan (4) Makna dan Fungsi ritual slametan semasa musim tanam padi.  Untuk tujuan ini, digunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi ritual slametan semasa musim tanam padi di desa Ngemplak dilakukan dalam tiga rangkaian, yaitu “keleman”, “metek”, dan “munggo lombung” yang masing-masing memiliki simbol signifikan yang berbeda yang secara otomatis mengenali ritual yang sedang dilakukan. Diketahui pula, sekalipun masing-masing individu dalam masyarakat itu tidak mengetahui makna pasti dari simbol-simbol signifikan dalam setiap ritual slametan,  namun mereka memiliki pengertian yang sama atas makna ritual slametan. Ada kebermaknaan dalam komunikasi ritual slametan. Mereka memaknai ritual slametan tersebut sebagai representasi dari pengharapan atas keberkahan, persembahan kepada dayang, dan perwujudan rasa syukur atas keberkahan dan kelimpahan rezeki. 

 

Kata kunci: agriculture, komunikasi ritual, slametan, kebermaknaan


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Armiansyah, D. N. (2016). “Makna tradisi selapanan bagi masyarakat pada budaya Jawa”. Laporan Penelitian. Malang: Universitas Brawijaya.

Carey, J. W. (2009). A Cultural approach to communication. New York: Routledge.

Couldry, N. (2005). “Media Rituals: Beyond Functionalism”. Rothenbuhler, E.W. dan Coman, M. (Ed). Media Anthropology. London: Sage Publication, Inc.

Creswell, J. W. (2013). Research design: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Fermanto, D. (2017). “Komunikasi ritual dalam tradisi Suro di kelompok kesenian jaranan kota Kediri”. Laporan Penelitian. Malang: Universitas Brawijaya.

Fiske, J. (2012). Pengantar ilmu komunikasi. Yogyakarta: Rajawali.

Gijseghem, H. V. dan Whalen, V. H. (2017). “Mining, ritual, and social memory: An exploration of toponymy in Ica Valley, Peru”. Dalam S. A. Rosenfeld dan S. L. Bautista. Rituals of the Past (h. 267 – 294). Colorado: University Press of Colorado.

Littlejohn, S. W., Foss, K. A., dan Oetzel, J. G. (2017). Theories of human communications . Eleventh Edition. USA: Waveland Press, Inc.

Moon, W. J. (2012). Ritual and symbol in community development. West Afrika: Sega.

Neuman, W. L. (2013). Metode penelitian sosial: Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Jakarta: PT Indeks, Permata Puri Media.

Saville-Troike, M. (2003). The Ethnography of communication: An introduction (3rd). UK: Blackwell Publishing.

Samovar, L. A., Porter, R. E., & McDaniel, E. R. (2010). Komunikasi lintas budaya (Eds. 7). Jakarta: Salemba Humatika.

Suseno, F. M. (2003). Etika Jawa: Sebuah Analisa Falsafi tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa. Jakarta: Gramedia.




DOI: https://doi.org/10.31294/kom.v5i1.3047

DOI (PDF): https://doi.org/10.31294/kom.v5i1.3047.g2327

ISSN: 2549-3299

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

dipublikasikan oleh LPPM Universitas Bina Sarana Informatika Jakarta

Jl. Dewi Sartika No. 289, Cawang, Jakarta Timur Telp : 021-8010836