Metode Fuzzy Servqual Dalam Mengukur Kepuasan Pasien Terhadap Kualitas Layanan BPJS Kesehatan

Entin Sutinah, Odilia Rosdiana Simamora

Sari


Abstrak
Kurangnya kualitas pelayanan menjadi salah satu kendala terhadap tingkat kepuasan pasien. Pihak rumah sakit juga sering kali kesulitan dalam mengukur kualitas pelayanannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien yang menggunakan layanan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Kumpulan Pane. Pengukuran kualitas pelayanan dilakukan dengan metode Fuzzy servqual. Kualitas pelayanan menggunakan lima dimensi yang terdapat dalam servqual yaitu tangibles (bukti fisik), reliability (keandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan), emphaty (empati). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai gap dari kelima dimensi memiliki nilai negatif. Yang artinya kualitas pelayanan di dapatkan belum sesuai dengan yang diharapkan oleh pasien BPJS Kesehatan. Nilai gap tertinggi adalah dimensi emphaty (empati) dengan nilai gap sebesar 0.15 dan nilai gap terendah adalah dimensi tangibles (bukti fisik) dengan nilai gap 0.49. dengan demikian dapat diketahui bahwa dimensi tangibles (bukti fisik) ini yang menjadi perhatian untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan.

Kata Kunci : Fuzzy, Kepuasan, Pelayanan, Servqual

Abstract
Lack of quality of service becomes one of the obstacles to the level of patient satisfaction. The hospital is also often difficult to measure the quality of service. The purpose of this study is to determine the level of satisfaction of patients who use BPJS Health services in the Regional General Hospital Dr. H. Collection Pane. Measurement of service quality is done by Fuzzy servqual method. Service quality uses the five dimensions contained in the servqual are tangibles (physical evidence), reliability, responseiveness, assurance, empathy. The results of this study indicate that the gap value of the five dimensions has a negative value. Which means the quality of service is not in accordance with the expected by the patient BPJS Health. The highest gap value is the empathy dimension with the gap value of 0.15 and the lowest gap is the dimension of tangibles (physical proof) with the gap value of 0.49. thus it can be seen that the dimensions of tangibles (physical evidence) is of concern to improve service quality.

Keywords: Fuzzy, Satisfaction, Service, Servqual

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Kaihatu, T. S., Achmad, D., & Agoes, t. L. (2015). Manajemen Komplain. Yogyakarta: Andi Offset.

Kartika, N. F., & Suprayogi. (2017). Implementasi Fuzzy - Service Quality Terhadap Tingkat Kepuasan Layanan Mahasiswa. Jurnal Ilmiah SISFOTENIKA, 38-49.

Kusumadewi, S., & Purnomo, H. (2010). Aplikasi Logika Fuzzy untuk Pendukung Keputusan Edisi 2. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sembiring, J. J. (2016). Hak Dan Kewajiban Pekerja. Jakarta: PT Visimedia Pustaka.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Suharyanta, D., & A’yunin, Q. (2012). Analisis Tingkat Kualitas Pelayanan Jasa Menggunakan Metode Service Quality (Servqual) Fuzzy Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul. KESMAS, 27-50.

Suryapranatha, D. (2016). Analisis Tingkat Pelayanan Jasa Menggunakan Metode Service Quality (Servqual)-Fuzzy Di Instalasi Rawat Inap Kelas III Suatu Rumah Sakit. Jurnal Buana Ilmu, 56-65.




DOI: https://doi.org/10.31311/ji.v5i1.2944

##submission.license.cc.by4.footer##

 dipublikasikan oleh LPPM UBSI
Jl. Kamal Raya No. 18 Cengkareng, Jakarta Barat