Penerapan Certainty Factor Pada Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Saluran Pencernaan Ayam Broiler

Julia Rahmah, Rizal Amegia Saputra

Sari


Abstrak

Komoditas ayam broiler mempunyai prospek pasar yang sangat baik karena didukung oleh karakteristik produk yang dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat Indonesia yang sebagian besar muslim, kolesterol relatif lebih rendah sehingga  relatif aman bagi penderita hipertensi, harga relatif murah (dibandingkan daging sapi maupun kambing) dengan akses yang mudah diperoleh karena sudah menyebar di seluruh wilayah tanah air. Cakupan nutrisi tubuh ayam berpengaruh besar terhadap produktivitas dan hal itu sangat berkaitan erat dengan fungsi kerja saluran pencernaan. Pengobatan yang efektif terhadap suatu penyakit memerlukan diagnosis yang tepat. Namun para peternak ayam biasanya hanya mengetahui gejala-gejala yang terjadi pada ayam yang sakit tanpa mengetahui penyakit apa yang dideritanya. Oleh karena itu perlu dibuatkan sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit pada saluran pencernaan ayam untuk memudahkan peternak ayam dalam mendiagnosa penyakit ayam. Aplikasi ini menggunakan perhitungan gejala/keluhan menggunakan metode CF (certainty factor). Dengan aplikasi ini peternak ayam bisa mengetahui kemungkinan penyakit yang terjangkit pada ayam broiler dan solusi pengobatannya.

 

Kata Kunci: Algoritma Certainty Factor, Penyakit saluran pencernaan ayam, Sistem Pakar.

 

Abstract

Chicken broiler commodity has a good market because supported by product character who can accept by most citizens Muslim in Indonesia. With low cholesterol that save for hypertension, cheaper than beef and mutton and easy to find in whole country. Chicken nutrition is defending to productivity who has relations with digest system. Effective care to a syndrome needs a real deal diagnostic. But mostly chicken farmer doesn’t know about caring the syndrome. Therefore we need to make a system for diagnosing about diseases of the chicken digestive to make easier chicken farmers in diagnosing diseases of chicken. This application uses the calculation of syndrome using CF (certainty factor). With this application the chicken farmer can know the possibility of contracting the disease in broiler chickens and treatment solutions.

 

Keywords: Algorithm Certainty Factor, Digest Syndrome Diagnostic, Expert System.


Kata Kunci


Algorithm Certainty Factor, Digest Syndrome Diagnostic, Expert System, Algoritma Certainty Factor, Penyakit saluran pencernaan ayam, Sistem Pakar.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Doc.medion. (2011). Gangguan Pencernaan Akibat Infeksi Bakteri. Retrieved from https://info.medion.co.id/8-penyakit/600-gangguan-pencernaan-akibat-infeksi-bakteri.html

Ferry Tamalluddin. (2014). Pemeliharaan ayam broiler, mandiri atau kemitraan. Retrieved from http://www.ternakpertama.com/2014/12/pemeliharaan-ayam-broiler-mandiri-atau.html

Hadi, M., Aini, R. F., Studi, P., Informatika, T., Informasi, F., Pasuruan, U. M., … Chaining, F. (2016). PERANCANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT AYAM DENGAN METODE FORWARD. Jurnal Informatika Merdeka Pasuruan, 2(1). Retrieved from http://ejurnal.unmerpas.ac.id/index.php/informatika/article/view/21/19

Kusrini. (2006). Sistem Pakar, Teori dan Aplikasi. Penerbit Andi.

Mujilahwati, S. (2014). Diagnosa Penyakit Tanaman Hias Menggunakan Metode Certainty Factor Berbasis Web. Jurnal TeknikA, 6(2), 585–591. Retrieved from ttp://journal.unisla.ac.id/pdf/11622014/Siti Mujilahwati.pdf.

Puput Sinta Dewi, Ryana Dwi Lestari, R. T. L. (2015). Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Ikan Koi Dengan Metode Bayes. Ilmiah Komputer Dan Informatika, 4(1), 25–32. Retrieved from http://komputa.if.unikom.ac.id/jurnal/sistem-pakar-diagnosis.22/4.4.1.3.2015-25-32-2089-9033.pdf.

Saputro, T. (2015). Penyakit Gumboro (Infectious Bursal Disease) Pada Ayam. Retrieved from http://www.ilmuternak.com/2015/02/penyakit-gumboro-infectious-bursal.html

T,Sutojo., E, Mulyanto., V, S. (2011). Kecerdasan Buatan. Yogyakarta: Andi Offset.

Wiedosari, E., & Wahyuwardani, S. (2014). Studi kasus penyakit ayam pedaging di Kabupaten Sukabumi dan Bogor. J Kedokteran Hewan, 9(1), 9–13.




DOI: https://doi.org/10.31311/ji.v4i1.1754

##submission.license.cc.by4.footer##

 dipublikasikan oleh LPPM UBSI
Jl. Kamal Raya No. 18 Cengkareng, Jakarta Barat