Pencegahan Kelelahan Kerja dan Stres Kerja pada Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Babakan Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung

Gurdani Yogisutanti

Sari


Abstrak

Kelelahan kerja masih menjadi salah satu permasalahan di dunia kerja yang harus menjadi perhatian bagi para pekerja itu sendiri. Kelelehan yang  terus-menerus dapat menyebabkan seseorang mengalami stres kerja, sehingga menjadi tidak produktif. Kegiatan pengabdian masyarakat Program Studi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat STIKes Immanuel Bandung dilaksanakan di wilayah desa binaan, yaitu Desa Babakan Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah dengan memberikan penyuluhan dan pengukuran kelelahan kerja dan stres kerja pada guru-guru PAUD yang ada di desa tersebut. Sasaran pengabdian masyarakat adalah peningkatan pengetahuan dan kesadaran guru-guru PAUD tentang kelelahan kerja dan stres kerja. Sebanyak 8 orang guru yang berasal dari 3 PAUD, yaitu PAUD Tadzkiroh, Balqis dan Assyifa. Rerata tiap PAUD terdiri dari 2-3 orang guru dan semuanya adalah perempuan dengan usia antara 29-48 tahun dengan tingkat pendidikan sebagian besar Tamat SMA dan ada yang Sarjana. Pengabdian masyarakat dilaksanakan pada tanggal 27 November 2018 tempat dilaksanakan di PAUD Tadzkiroh Desa Babakan.  Kegiatan dimulai dengan pengisian kuesioner stres kerja dan data diri responden serta pengukuran kelelahan kerja menggunakan reaction timer Lakassidaya L77. Penyampaian materi kelelahan kerja dan stres kerja secara santai menggunakan power point dan disampaikan dengan tanya jawab dua arah. Hasil pengukuran kelelahan kerja didapatkan sebanyak 75% guru PAUD mengalami lelah ringan, dan 25% dalam kondisi normal. Stres kerja diukur menggunakan instrumen untuk diagnosis stres kerja dengan beberapa kriteria sebagai berikut penyebab stres kerja. Sebagian besar aspek berdasarkan sumber stres, guru-guru PAUD Desa Babakan termasuk dalam kategori derajat stres sedang. Berdasarkan hasil diskusi diketahui bahwa pengetahuan dan kesadaran guru tersebut tentang kelelahan dan stres kerja masih rendah, sehingga dengan penyampaian materi tentang pencegahan kelelahan kerja dan stres kerja pada guru dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadarannya. Upaya  pengukuran kelelahan kerja dan stres kerja pada guru PAUD belum pernah dilaksanakan, sehingga masyarakat mendapatkan manfaat mengetahui kondisi kesehatannya. Peningkatan pengetahuan dan kesadaran tentang kelelahan kerja dan stres kerja memberikan manfaat bagi guru PAUD untuk melaksankaan upaya pencegahannya.

Kata Kunci: guru; PAUD; kelelahan; kerja; stres; reaction timer


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Desa Babakan. (2017). Retrieved Desember 15 , 2018, from www.babakan-ciparay.desa.id/first/artikel/98

European Trade Union Committee for Education, ETUCE. (2007). Report on the ETUCE Survey on Teacher Worl-Related Health. ETUCE.

Lewis, G., & Wessely, S. (1992). The Epidemiology of Fatigue: More Questions than Answer. Journal of Epidemiology and Community Health , Vol 46: 92-97.

Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja. Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

Setyawati, L. (2010). Selintas tentang Kelelahan Kerja, Manajemen Kelelahan Kerja dan Jawabannya. Yogyakarta: Amara Books.

Yogisutanti, G. (2018). Kelelahan Kerja (Fatigue) Pada Dosen. Bandung: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIK Immanuel Bandung.

Yogisutanti, G. (2016). Pengembangan Instrumen Kelelahan Kerja Fisik dan Psikologis pada Dosen. Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel , Vol 10 (1): 683-698.




DOI: https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i1.5027

DOI (PDF): https://doi.org/10.31294/jabdimas.v2i1.5027.g2939

    
Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional
               Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Sarana Informatika