Literasi Media Dalam Menanggulangi Berita Hoax (Studi Pada Pelajar SMKN 4 Bekasi dan Mahasiswa AKOM BSI, Jakarta)

M Ismail Alif, Arvin Hardian, Fajar Kurniawan, A Yudo Triartanto, Adhi Dharma Suriyanto

Sari


Abstrak

Artikel ini membahas tentang pemahaman pelajar dan mahasiswa  literasi media terhadap publikasi hoax yang disampaikan lewat sosial media dalam isu penistaan agama yang mewarnai pilkada di DKI Jakarta. Penelitian ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di SMKN 4, Bekasi. Teknik pengumpulan data melibatkan pelajar di SMKN Bekasi dan mahasiswa AKOM BSI sebagai studi banding. Hasil penelitian menemukan kalau pemberitaan Hoax yang diakses melalui media sosial, khususnya facebook dan WhatApp masih mampu memanipulasi pelajar dan mahasiswa. Pelajar masih mudah terpengaruh dan dapat membedakan berita hoax dengan berita fakta. Tingkat pemahaman mereka lebih teruji setelah diberikan penyuluhan mengenai aspek sosial media, teknik penulisan dan pemahaman photography sehingga mampu membedakan konten yang sifatnya fakta dan imajinatif. Masyarakat yang terliterisasi tidak saja mengetahui cara memproduksi konten berita, namun juga lebih selektif, dalam hal ini dalam memahami informasi yang disampaikan melalui sosial media.

                                                          

Kata kunci : Sosial media, berita hoax  dan literasi media


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Afandi, Abdullah Khozin. (2007). Fenomenologi: Pemahaman Terhadap Pikiran-Pikiran Edmund Husserl, Surabaya: eLKAF.

Astuti, Sandi Indra. (2007). Media Literacy; Memerdekakan Khalayak dari Kapitalisme.

Bandung. Jurnal Issue (ISKI Bandung) Vol 1 No. 1.

Burton, Graeme. (2005). Media and Society Critical Perspective. New Delhi. Printed at

Chaman Enterprise.

Caleb T. Carr dan Rebecca A. Hayes (2015). Social Media: Defining, Developing, and

Divining, Atlantic Journal of Communication , Volume 23, 2015.

Hidayat, Dasrun. Kuswarno. Zubair. Hafiar. (2017). Negosiasi Citra Budaya Masyarakat

Multikultural. Jurnal Komunikasi Aspikom. Vol. 3 No. 2. 157-172.

________________ (2014). Representasi Nemui Nyimah Sebagai Nilai-Nilai Kearifan Lokal.

Jurnal Ilmu Komunikasi Universitas Riau. Volume 5, No. 1. Hlm. 90-102.

Kompas.com - 06/07/2017. Indonesia 3 Besar Negara dengan Pertambahan Pengguna

Internet Mobile

https://tekno.kompas.com/read/2017/07/06/16180877/indonesia.3.besar.negara.dengan.pertambahan.pengguna.internet.mobile.

Rhenald Kasali. (2017). Disruption, Gramedia Pustaka Utama.

Rochimah, T. H. (2011). Gerakan Literasi Media: Melindungi Anak -Anak dari Gempuran

Pengaruh Media. In D. Herlina, Gerakan Literasi Media Indonesia (pp. 18 -36).

Yogyakarta: Rumah Sinema.

Sofiana, Mufrida. (2016).“Instagram Sebagai Media Publikasi Humas Pemerintah Kota

Surabaya” Jurusan Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel.

Tamburaka , Apriadi. (2012). Agenda Setting Media Massa, Jakarta: PT. Rajagrafindo

Persada.

Yin, Robert K. (2014). Studi Kasus Desain dan Metode. Jakarta. Grafindo Persada.

Zamroni , Mohammad. (2009), Filsafat Komunikasi, Pengantar Ontologis, Epistemologi,

Aksiolog. Yogyakarta: Graha Ilmu.




DOI: https://doi.org/10.31294/jabdimas.v1i3.4052

DOI (PDF): https://doi.org/10.31294/jabdimas.v1i3.4052.g2515

    
Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional
               Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Sarana Informatika