Upaya- Upaya dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan di Objek Wisata Kampung Tulip

Yosef Abdul Ghani, Ayi Astuti, Putri Riva Somantri, Salman Topiq

Sari


Abstrak

Persaingan ketat di bidang industri pariwisata semakin ketat. Perubahan-perubahan di era distruptif ini mau tidak mau akan memaksa organisasi untuk terus menemukan inovasi-inovasi baru untuk tetap bersaing dengan organisasi lain. Salah satu organisasi di bidang jasa pariwisata adalah kampung tulip. Kampung tulip terletak di daerah ciwasta, Kota Bandung. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan masukan-masukan/rekomendasi bagi pengelola objek wisata setelah peneliti melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di kawasan tersebut sebagai bagian dari kewajiban perguruan tinggi untuk melakuakan Tri Dharma Pendidikan. Metode penelitian disini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian yang telah dilakukan merekomendasikan penerapan ISO 9001:2015 secara bertahap sesuai dengan kemampuan organisasi, dan dimensi kualitas jasa servqual bagi pegawai di objek wisata kampung tulip. Dan diharapkan dengan diterapkannya ke dua rekomendasi tersebut akan mampu memberikan pengalaman lebih pada pengunjung dan pada akhirnya akan meningkatkan kepuasan dan word of mouth.

 

Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, ISO 9001, Kampung Tulip

 

Abstract

Tight competition in the tourism industry is getting tougher. Changes in this distruptive era inevitably want organizations to continue to find new innovations to stay competitive with other organizations. One of the organizations in the field of tourism services is kampung tulip. Kampung tulip located in ciwasta area, Bandung city. This study aims to provide inputs / recommendations for managers of tourism objects after conducting community service activities in the region as part of the task of universities to do Tri Dharma Education. The research method used descriptive qualitative method. The results of the research that has been done ISO 9001: 2015 gradually in accordance with the ability of the organization, and the quality dimensions servqual services for employees in the tulip village tourist attraction. And it is hoped that by applying them to these two recommendations will be able to provide more experience on halan and will ultimately increase satisfaction and word of mouth.

 

Keywords: Quality of Service, ISO 9001, Kampung Tulip

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Earlike, Fitria; Atalina, T. M. M. (2016). Pentingnya Peranan Skill Dan Menu Knowledge, 18(1), 1–11.

Klare, K. E., & Klare, K. E. (1992). Power / dressing : regulation of employee appearance Power / Dressing : Regulation of Employee Appearance *, 26, 1395–1508.

Lupiyoadi, R. (2014). Dinamika Bisnis Jasa dan Pentingnya Pemasaran Jasa. CV. Andi Offset. Yogyakarta., 353. https://doi.org/10.1177/0300985809357753

Mokoginta, H. E. L. (2007). IMPLEMENTASI MANAJEMEN MUTU TERPADU DALAM PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN TINGGI. Paper Seminar Sistem Informasi Manajemen, 1307–1312.

Rohmat Dwi Jatmiko, & Sri Nastiti Andharini. (2012). ANALISIS EXPERIENTIAL MARKETING DAN LOYALITAS PELANGGAN JASA WISATA (Studi pada Taman Rekreasi Sengkaling Malang). Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, 14, 128–137. https://doi.org/10.9744/jmk.14.2.128-137

Wibowo, A. J. . (2015). Persepsi Kualitas Layanan Museum di Indonesia: Sebuah Studi Observasi. Jurnal Manajemen Prasetiya Mulya School of Business and Economics, 15(1), 13–40.

Yusof, Mohd Sha’ri; Aspinwall, E. (2000). Total Quality management Implementation frameworks: Comparison and Review. Taylor & Francis Ltd.




DOI: https://doi.org/10.31294/jabdimas.v1i1.3068

DOI (PDF): https://doi.org/10.31294/jabdimas.v1i1.3068.g1954

    
Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional
               Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Sarana Informatika